JAYAPURA-TABLOID PAPUA BARU. COM, – PT Irian Bakti Papua (IBP) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua.

Direksi PT Irian Bakti Papua, Elya Loupaty, mengatakan perusahaan daerah tersebut perlu terus dikembangkan, termasuk memperluas lini usaha, sehingga kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat semakin nyata.
“Ke depan Irian Bakti ini harus kita kembangkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi untuk kepentingan rakyat,” tegas Elya.
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan PT Irian Bakti Papua adalah menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Sebagai perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Papua, PT Irian Bakti dinilai memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan sehari-hari.
“Selama ini kami ada beberapa usaha, tetapi harus ditambah beberapa usaha lagi. Tujuannya supaya masyarakat memperoleh produk dengan mudah dan mungkin harganya sedikit lebih murah dibandingkan harga pada umumnya,” jelasnya.
Ia mencontohkan, apabila harga gula di pasaran mencapai Rp16.000 per kilogram, PT Irian Bakti dapat menjualnya dengan harga sekitar Rp15.000. Hal serupa, kata dia, dapat diterapkan terhadap minyak goreng maupun kebutuhan pokok lainnya.
“Masa orang lain bisa, kami tidak bisa. Kami ini PT dan dimiliki 100 persen oleh Pemerintah Provinsi Papua. Kalau ada kebijakan dari pemerintah daerah, kami bisa jalan,” ujarnya.
Aset Daerah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi
Elya juga menyoroti besarnya potensi aset PT Irian Bakti Papua yang tersebar di sejumlah wilayah Papua. Aset tersebut, menurut dia, merupakan bagian penting dari penyertaan modal pemerintah daerah yang seharusnya dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
“Aset di PT Irian Bakti ini ada di Merauke, Timika, Sorong, Fakfak, Serui, Biak, dan Jayapura sendiri,” ungkapnya.
Ia menegaskan, aset-aset tersebut merupakan penyertaan modal pemerintah daerah sehingga harus dijaga dan tidak sembarangan dialihkan.
Dalam konteks pengembangan perusahaan, kata Elya, aset merupakan salah satu modal penting untuk memperkuat kegiatan usaha.
“Dalam dunia perekonomian sekarang, aset menjadi salah satu modal usaha untuk berkembang. Karena itu, pengalihan aset merupakan sesuatu yang sebenarnya harus dihindari,” tegasnya.
Siap Kelola Cold Storage Biak
Selain memperkuat sektor perdagangan dan distribusi kebutuhan pokok, PT Irian Bakti Papua juga membuka peluang untuk mengambil alih pengelolaan fasilitas cold storage di Kabupaten Biak Numfor yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Elya mengatakan, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan sehingga tidak cepat rusak dan tetap memiliki nilai jual.
“Kalau Dinas Perikanan tidak kelola, kami ambil alih. Supaya bisa menolong para nelayan. Ikannya bisa ditaruh di situ supaya tidak busuk. Aset itu besar sekali dan sekarang hanya diam di situ,” katanya.
Menurutnya, optimalisasi cold storage tersebut dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat perekonomian lokal, khususnya sektor perikanan. Hasil tangkapan nelayan dapat disimpan dengan baik sehingga tidak terbuang sia-sia akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan.
Elya berharap Pemerintah Provinsi Papua maupun pemerintah kabupaten/kota memberikan dukungan kebijakan agar PT Irian Bakti Papua dapat mengembangkan berbagai lini usaha dan menjalankan fungsi ekonominya secara lebih optimal.
Sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi Papua, PT Irian Bakti, kata dia, membutuhkan kebijakan dan dukungan pemerintah daerah agar dapat bergerak lebih cepat dalam menjalankan berbagai program usaha yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Sebagai perusahaan daerah, PT Irian Bakti harus punya kebijakan dari pemerintah daerah supaya kami bisa bergerak maju ke depan. Kalau bisa berlari, jangan hanya berjalan,” pungkasnya.






