LAPORAN: JOHN KARMA
JAYAPURA-tabloidpapuabaru.com,- Puncak Perayaan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) di Tanah Papua tahun 2026 yang berlangsung sejak 4 hingga 5 Mei 2026 di Gedung Lukas Enembe (Lukmen) Lantai 9 Kantor Gubernur Papua,resmi ditutup pada Selasa 5 Mei 2026).
Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian acara yang dinilainya sebagai momentum berharga untuk meningkatkan kompetensi insan pers di Indonesia dan khususnya tanah Papua.
Elisa Sekenyap, menyoroti makna peringatan tahun ini yang diselenggarakan di Papua sebagai pengingat akan prinsip dasar kebebasan pers.
“ini pesan penting, Pers Papua harus bebas, tetapi juga harus tidak menjadi alat, melainkan menjadi wadah untuk menjadi saluran informasi. Kalau alat, orang pakai untuk kepentingan tertentu. Tapi kalau wadah, semua orang bisa dapat memperoleh informasi melalui media pers,” pungkasnya.
Ketua AWP sebut “pers jangan jadi alat mancing” artinya pers dimanfaatkan oleh kelompok atau institusi tertentu yang dalam konteks ini akan memancing emosi publik, konflik. Sebaliknya Pers lebih pada menjunjung tinggi pentingnya kode etik jurnalistik.
Pers berfungsi sebagai penyampai informasi yang akurat, edukatif, dan menjaga kondusivitas sosial, bukan sekadar mencari clickbait atau memicu perpecahan.
Sementara itu dari laporan ketua Panitia World Press Freedom Day Papua 2026, Jein Bisai menyebutkan bahwa , sejumlah agenda kegiatan telah digelar yaitu seminar, lokakarya (workshop), hingga gelar wicara (talkshow) yang membahas isu-isu krusial.
Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti kalangan wartawan, tetapi diikuti juga oleh unsur pemerintah,TNI/Polri, pelajar, mahasiswa, serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat dan gereja. ***





