JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Jhoni Jonatan Numberi, Ketua Mandat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Papua bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan organisasi ke Komisi IV DPRD Papua yang membidangi infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran PII dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah dan anggota dewan terkait pengelolaan SDA serta pembangunan infrastruktur di Papua.
Usai pertemuan tersebut, Jhoni menegaskan bahwa tugas utama PII Papua adalah memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah dan DPRD sesuai dengan bidang keahlian insinyur.
“Kami hadir sebagai bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan aspirasi kami. Insinyur di Papua tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota, dan kami siap berkontribusi dalam pembangunan,” ucapnya.
Jhoni menjelaskan bahwa peran insinyur sangat krusial dalam mendorong percepatan pembangunan, terutama di bidang infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, energi, pengelolaan limbah, dan penataan kota.
“Kami juga mendorong percepatan pendidikan profesi insinyur bagi sarjana teknik, sarjana terapan, dan alumni teknik untuk bergabung dengan PII. Dengan begitu, kontribusi positif bagi masyarakat dan pemerintah dapat semakin ditingkatkan,” tegasnya.
Ketua PII Cabang Kota Jayapura, Ahmad Suharto, menyatakan bahwa pertemuan ini telah menghasilkan berbagai masukan untuk meningkatkan sinergi antara PII dan DPRD Papua.
“Kami telah memberikan banyak masukan agar PII dapat bersinergi dengan dewan perwakilan rakyat dalam hal pembangunan infrastruktur. PII memiliki potensi besar dengan banyaknya insinyur di Jayapura. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk terlibat langsung dalam pembangunan di Papua, khususnya di Jayapura,” ujar Ahmad.
Ahmad menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara PII dan DPRD.
“Ke depan, kami perlu meningkatkan koordinasi agar dapat saling mendukung dalam percepatan pembangunan di tanah Papua,” imbuhnya.
Bilian Melianus Imbir, Wakil Sekretaris Provinsi Papua meminta dukungan dari DPR Papua untuk pengembangan Sumber Daya Manusia.
“Kami juga meminta dukungan dari anggota DPRD Papua untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) keteknikan di Papua. Kami berharap dapat didorong untuk mengikuti pendidikan keteknikan SPSE yang diselenggarakan oleh PII, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Bilian.
Kepala Stasiun BMKG Jayapura, Herlambang Muda, yang juga merupakan anggota PII, menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi kegempaan dalam pembangunan infrastruktur di Papua.
“Papua merupakan daerah aktif gempa, sehingga pembangunan infrastruktur harus mengacu pada kondisi ini. Kami berharap PII dapat memberikan masukan teknis agar pembangunan lebih aman, kuat, dan sesuai dengan standar kebencanaan,”kata Herlambang.
Menanggapi kunjungan PII, anggota DPR Papua Fraksi Partai NasDem, Albert Merauje, menyebut bahwa pertemuan ini sangat penting untuk kemajuan Papua.
“Pertemuan ini berkaitan dengan bagaimana kita membangun Papua yang terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kota, khususnya dalam hal infrastruktur dan pengelolaan SDA. Kami membutuhkan insinyur yang memiliki ilmu dan keahlian untuk menciptakan Papua yang aman dan nyaman bagi warganya,” ujar Albert.
Albert juga mengkritik kurangnya keterlibatan insinyur dalam proyek-proyek pembangunan selama ini.
“Seringkali terjadi bencana atau masalah infrastruktur karena insinyur tidak dilibatkan secara penuh. Misalnya, pembangunan air bersih yang tidak berfungsi maksimal atau infrastruktur yang tidak memenuhi standar. Kehadiran PII hari ini sangat kami apresiasi, dan ke depan kami akan terus membangun koordinasi dan kerja sama untuk menata Papua lebih baik,” pungkasnya.(Redaksi)






