LAPORAN : YONATAN ITLAY
SUMOHAI–tabloidpapuabaru.com,- Perayaan masuknya injil di Elugun Ima Gereja Injili Di Indonesi (GIDI) Klasis Woso Soba merupakan sejarah panjang pelayanan Pekabaran Injil.
Momentum bersejarah itu disyukuri melalui Ibadah pengucapan syukur dan penguatan iman bagi seluruh umat Tuhan di klasis Woso Soba yang ke- 60 (enam puluh) tahun.

Ibadah pengucapan syukur itu berlangsung penuh hikmah di Jemaat Gidi Elisa klasis Dekai Kota ,Sabtu(02/5/2026).
Berbagai puji pujian dari komisi komisi jemaat Gidi Elisa, dan jemaat lain yang hadir dipenuhi suka cita.
Sukacita yang luar biasa dari seluruh warga jemaat mengensng Masuknya Injil di klasis woso soba pada tanggal 02 mei 1966 yang saat ini sudah berusia 60 tahun.

HUT ke-60 tahun masuknya injil di elugun ima tahun ini mengusung, (thema”Injil membawa keselamatan mempersatukan kita Efesus,2:13-17).
Ketua Wilayah GIDI Yahukimo, Pdt.Demas Walle,S.Th, dalam khotbah pada sabtu pagi dengan bersemangat menyatakan apa yang Allah buat bagi klasis woso soba sungguh luar biasa sehingga, umat Tuhan klasis woso soba bisa membuat jemaat elisa dan IKWSH.
Karena ada injil Tuhan yang menyelamatkan umat klasis woso soba yang ada di kota Dekai dan juga orang tua klasis woso yang ada di tiga lembah, yaitu Kayo Woso dan Kwik.


Pdt,Walle juga berharap jangan ada permusuhan antara satu sama yang lain, ia meminta klasis woso Soba ikuti kata kata Yesus “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendir dan mengikuti karakter Kristus Yesus yang sesungguhnya dan di dalamnya ada pengharapan yang besar adalah hidup yang kekal,” harapnya.

Sementara itu, dimomen injil masuk klasis Woso Soba, Pdt,Hosea Sobolim,S.Th,dalam sambutannya menyampaikan bahwa, hari ini kita bisa ada disini, didalam rencana Tuhan. Apa yang bias kita buat melalui kebenaran didalam ayat ayat firman Tuhan yang baru saja kita dengar, karena sejak semula Allah mengenal dan mengasihi kita, Diapun sudah menetapkan agar kita menjadi pengikut Yesus Kristus anak Allah yang menyelamatkan kita.

Lebih lanjut, Pdt.Hosea juga membacakan secara singkat injil masuk di Elugun ima Klasis Woso Soba pada 2 Mei 1966.
” Hari ini kita bisa bersama karena Tuhan”.katanya. Dari yang duluhnya hidup dalam kegelapan, injil merubah semua itu.
Dari yang duluhnya daging manusia disantap,sekarang sudah tidak lagi, karena injil sudah merubah itu. Karena sejak semula, Allah mengenal dan mengasihi manusia. Diapun sudah mengasihi dan menetapkan agar manusia menjadi serupa dengan Allah dan supaya Yesus menjadi anak sulung antara banyak saudara-saudrahanya.
Karena itu di momen HUT Injil masuk di Elugun Ima Klasis Woso Soba ,sekarang harus berusaha menjadi anak anak Allah yang sesungguhnya,ia juga berharapa umat Tuhan GIDI Klasis woso soba yang ada di Dekai ini, 60 Tahun oerayaan masuknya injil ini biarlah umat menjadi lilin dan garam yang diberikan oleh Misionaris,Pdt,Hosea Sobolim yang juga penasehat klasis woso.
Ia juga berharap umat klasis woso selalu menjaga keutuhan Gereja,organisasi,kelompok jangan melakukan kejahatan,karena situasi dan kondisi saat ini adalah hari hari jahat. Umat harus rajin ke Gereja jangan pada hari- hari besar Gerejawi masih terus bekerja. Harus pergi beribadah memuliakan Tuhan.

Sementara itu kader GIDI klasis Woso Soba,Yoel Itlay ,SH, dalam sambutannya mengatakan, jau sebelum injil masusk di klasis Woso 1966 Misionaris telah berdoa terlebih dahuluh.Bahkan orang orang tua yang masih hidup dalam kegelapan,hanya hidup apa adanya. 60 tahun yang lalu injil masuk di klasis Woso tiga lembah, kwik woso kayo melalui kepala kepala suku untuk mencari jiwa jiwa yang hilang oleh Misionaris, Yoel Itlay juga mengucap syukur karena perayaan injil masuk tahun ini dirayakan dengan suka cita.
Yoel Itlay mengajak Generasi muda klasis Woso agar jangan gengsi untuk memuji Tuhan, karena sandaran kita satu satunya hanya dalam Yesus Kristus,” ucapnya***






