SENTANI- TABLOID PAPUA BARU.COM,- Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyiapkan jalur penempatan kerja bagi peserta pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta operator dump truck. Program tersebut diarahkan langsung pada kebutuhan tenaga kerja di sejumlah perusahaan yang sedang membuka lowongan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, mengatakan pelatihan operator dump truck merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan pemerintah daerah sepanjang 2026.
“Pelatihan K3 umum dan dump truck hari ini adalah pelatihan ketiga di tahun ini. Kami melaksanakannya karena sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang pada Agustus dan September membuka lowongan pekerjaan operator dump truck,” kata Edward, dalam kegiatan pelatihan di Kabupaten Jayapura, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Edward, pemerintah tidak ingin pelatihan berhenti pada pemberian sertifikat. Karena itu, peserta diarahkan agar memiliki jalur yang jelas menuju dunia kerja, mulai dari proses magang hingga peluang menjadi pekerja tetap.
Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 10 peserta dari Distrik Nimboran mengikuti pembekalan K3 dan kompetensi operator dump truck. Mereka mendapatkan materi teori dan praktik, termasuk pengenalan unit, pemeriksaan awal kendaraan, fungsi dan sistem dasar dump truck, prosedur keselamatan kerja, hingga praktik pengoperasian di lapangan.

Edward mengatakan para peserta juga dibekali sejumlah persyaratan yang dibutuhkan perusahaan, termasuk sertifikat dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Peserta juga disiapkan dengan video pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan atau P2H serta video yang menjadi salah satu persyaratan untuk melamar pekerjaan sebagai operator dump truck di perusahaan besar.
“Jangan sampai ada yang ketinggalan syarat-syarat. Video P2H dan yang lainnya juga menjadi syarat ketika melamar di perusahaan besar sebagai operator dump truck. Kami sudah siapkan dan kirimkan kepada perusahaan,” ujarnya.
Setelah seluruh dokumen dikirim, peserta akan mengikuti tahapan seleksi berupa wawancara, psikotes, dan pemeriksaan kesehatan. Jika dinyatakan lulus, keberangkatan peserta menuju lokasi kerja di Merauke akan dibiayai perusahaan.
Edward mengatakan perusahaan juga akan menanggung kebutuhan peserta selama berada di lokasi kerja, termasuk tempat tinggal dan makanan.
“Jadi tidak hanya melatih. Kami tidak mau orang hanya punya kemampuan dan pengetahuan, tetapi setelah itu bingung mau ke mana. Jalurnya kami siapkan sampai mereka masuk ke pintu perusahaan,” katanya.
Perluas Akses Kerja hingga ke Luar Kabupaten
Edward mengatakan Pemkab Jayapura juga terus memperluas kerja sama dengan perusahaan di luar Kabupaten Jayapura untuk membuka akses kerja bagi tenaga kerja asli Papua.
Salah satu perusahaan yang telah dijajaki adalah PT GPA di Merauke yang bergerak di sektor perkebunan tebu. Menurut Edward, perusahaan tersebut sedang membutuhkan banyak tenaga kerja seiring bertambahnya peralatan operasional.
“Kami punya akses ke PT GPA untuk perkebunan tebu. Mereka baru mendatangkan banyak alat kerja, seperti excavator, welder, termasuk dump truck. Mereka juga membutuhkan tenaga kerja,” katanya.
Edward mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan bagian sumber daya manusia perusahaan tersebut. Perusahaan menyatakan membutuhkan tenaga kerja asli Papua.
“Kami bilang harus orang asli Papua. Dengan lahan yang begitu luas, kalau orang asli Papua yang bekerja pasti lebih baik. Akhirnya mereka membuka akses,” ujarnya.
Selain PT GPA, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura juga menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain, termasuk perusahaan perkebunan dan industri yang beroperasi di Papua, untuk menyalurkan tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan.
Edward mengatakan kebutuhan pelatihan akan disesuaikan dengan permintaan perusahaan. Jika perusahaan membutuhkan operator excavator, misalnya, pemerintah akan menyiapkan pelatihan operator excavator. Begitu pula dengan bidang keterampilan lainnya.
“Kami menyasar perusahaan padat karya. Kalau mereka membutuhkan tenaga kerja dari sini, kami punya orang yang sudah siap,” katanya.
54 Peserta Telah Mengikuti Program
Edward mengatakan sepanjang 2026 terdapat sekitar 54 peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan dan program magang yang difasilitasi pemerintah daerah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 15 orang telah bekerja di Merauke dan lima orang lainnya bekerja di Hotel Suni. Mereka merupakan alumni pelatihan tahun berjalan.
“Kalau total, ada 54 sudah termasuk magang,” ujarnya.
Untuk mendukung program pelatihan dan magang tersebut, Pemkab Jayapura mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Anggaran itu mencakup biaya pelatihan, uang saku peserta, hingga pembiayaan selama mengikuti program magang.
Edward mengatakan masih terdapat satu kegiatan pelatihan yang direncanakan berlangsung pada September 2026 di wilayah Rafinitara. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan pelatihan mekanik sepeda motor matik bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Sentani.
Sementara itu, Pimpinan Papuan Skilled Training Center, Monika Priska Wanma, mengatakan pelatihan K3 dan operator dump truck diikuti 10 peserta yang berasal dari Distrik Nimboran.
Ia mengatakan pelatihan tidak hanya bertujuan menghasilkan peserta yang memiliki sertifikat, tetapi juga membangun keterampilan dan kesiapan tenaga kerja lokal Papua, khususnya masyarakat dari distrik dan kampung.
Menurut Monika, hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta mengikuti proses pelatihan dengan baik. Bahkan, lima dari 10 peserta sebelumnya belum memiliki kemampuan dasar mengemudi.
“Melalui proses pembelajaran, pendampingan instruktur, latihan secara bertahap, serta praktik lapangan yang intensif, kelima peserta tersebut akhirnya mampu mengikuti proses pelatihan dengan baik dan mengoperasikan dump truck sesuai tahapan pembelajaran,” katanya.
Monika berharap peserta tidak berhenti setelah memperoleh sertifikat, tetapi mendapat kesempatan memasuki dunia kerja dan memperoleh pengalaman kerja nyata.
Ia juga berharap kerja sama antara Papuan Skilled Training Center dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura dapat terus dikembangkan melalui pelatihan lain sesuai kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. (*)






