LAPORAN : JHON KARMA
JAYAPURA-tabloidpapuabaru.com,- Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Transmigrasi resmi membuka kegiatan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang ditujukan khusus bagi para pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) pada Tahun Anggaran 2026. Acara pembukaan berlangsung di lokasi LPK Sentra Anugrah Mandiri Komputer, Jalan Koti Numbay, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Senin, (27/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pejabat struktural di lingkungan dinas terkait, pimpinan lembaga pelatihan kerja, tenaga pengajar, hingga peserta yang akan mengikuti rangkaian pelatihan. Kepala Bidang Tenaga Kerja, Fransiska H Rerei, S.Pd.M.Si menyampaikan penyelenggara, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Dasar Pelaksanaan yang tertuang dalam DPA OPD Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Transmigrasi Provinsi Papua.

Sebanyak 20 orang peserta yang tergabung dalam kegiatan ini merupakan pencari kerja yang berasal dari Kabupaten Keerom, dengan latar belakang pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga lulusan Sarjana S1. Menurutnya mereka akan mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung selama 15 hari kerja, terhitung mulai dari tanggal 27 April hingga 13 Mei 2026, dengan fokus pembelajaran pada program Practical Office.
Berbagai materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis di bidang pengolahan data dan informasi, di antaranya penggunaan sistem operasi, peralatan pendukung komputer, pengolah kata, lembar kerja, perangkat presentasi, hingga cara mengakses dan memanfaatkan surat elektronik untuk keperluan pekerjaan.

Selama mengikuti pelatihan, para peserta berhak mendapatkan sejumlah fasilitas dan manfaat, seperti akomodasi, konsumsi, uang saku, serta berbagai bentuk dukungan dari dinas terkait. Selain itu, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, peserta berkesempatan menerima Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Pelatihan yang menjadi bukti keahlian yang dimiliki.
Di sisi lain, peserta juga diharapkan memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan, antara lain mengisi daftar hadir, mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di lembaga pelatihan, serta mengikuti seluruh materi pembelajaran hingga tahap penyelesaian agar tujuan pelatihan dapat tercapai dengan baik.
Dalam sambutan penutup laporan, panitia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan keterampilan dan daya saing tenaga kerja asal Papua. “Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi peserta, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di Provinsi Papua,” ujarnya.***






