JAYAPURA-TABLOID PAPUA BARU.COM,- Pdt. Jhon Baransano, M.Th, menyampaikan pandangannya mengenai keberadaan Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua dan Persekutuan Anggota Muda (PAM).
Ia berharap pemuda GKI di Tanah Papua tidak terjebak pada pemahaman bahwa FGM dan PAM merupakan dua wadah yang terpisah.
Menurutnya, FGM dan PAM memiliki hubungan yang tidak terpisahkan karena sama-sama menjadi bagian dari pembinaan dan pengembangan pemuda di lingkungan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.
“FGM dengan PAM itu kesatuan. Mereka yang ada di PAM juga anggota FGM, dan mereka yang menjadi anggota FGM adalah bagian dari PAM. PAM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari FGM,” jelasnya saat diwawancarai Wartawan Media ini di Jayapura Selasa (25/8/2026)
Pendeta Jhon Baransano menilai FGM memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda GKI menjadi kader pemimpin di berbagai bidang kehidupan.
FGM, kata dia, tidak hanya menjadi wadah pembinaan pemuda gereja, tetapi juga dapat menjadi ruang kaderisasi bagi generasi muda yang ingin berkiprah di bidang politik, pemerintahan, legislatif, kewirausahaan, maupun bidang profesional lainnya.
“FGM disiapkan sebagai kader pemimpin sekaligus sebagai wadah untuk menjaga GKI di Tanah Papua. Kalau ada yang ingin terjun ke dunia politik, di situ ada proses kaderisasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa politik tidak semestinya dianggap sebagai sesuatu yang tabu bagi pemuda gereja. Justru, menurutnya, pemuda perlu dipersiapkan agar mampu mengambil peran secara positif dan bertanggung jawab dalam berbagai bidang kehidupan.
“Siapa yang bilang politik itu tabu? FGM ada di situ untuk memainkan peran. Baik di legislatif maupun eksekutif, mereka bisa menjadi apa saja. Mereka dipersiapkan sebagai kader yang kuat,” ujarnya.
Baransano berharap FGM terus menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas dan karakter pemuda GKI di Tanah Papua sehingga mampu tampil sebagai generasi yang berintegritas, beriman, berbudaya, serta siap mengambil bagian dalam pembangunan Papua.
“FGM tidak terpisah dari pemuda GKI Tanah Papua. Mereka adalah satu bagian yang sama dan harus dipersiapkan untuk mengambil peran di berbagai bidang,” pungkasnya. (Mozes Baab)***




