KOBAKMA-tabloidpapuabaru.com,-Sebuah langkah progresif diambil Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah untuk memutus mata rantai kelangkaan tenaga medis di wilayah kabupaten itu.
Melalui kemitraan strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen), Pemkab secara resmi membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru program studi Kedokteran lewat jalur mandiri.
Bertempat di salah satu hotel di Wamena pada Selasa (26/5/2026), sebanyak 24 anak asli Papua (OAP) yang mewakili 5 distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah mengikuti ujian penyaringan ini dengan penuh antusias.
Kebijakan ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua Komisi C DPRK Mamberamo Tengah, Mely Gombo, yang menilai program tersebut sebagai terobosan penting untuk memutus mata rantai kelangkaan tenaga medis di wilayah pedalaman Papua.

Dalam keterangannya, Mely Gombo menegaskan bahwa DPRK melihat kebijakan ini sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.
“Kami menyambut baik langkah Pemkab. Selama ini masyarakat di pedalaman sering kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena minimnya tenaga medis.
Dengan adanya jalur mandiri ini, anak-anak asli Mamberamo Tengah punya kesempatan lebih besar untuk menjadi dokter dan kembali mengabdi di kampung halaman,” ujar Mely Gombo di Kobakma,Rabu (27/5/2026).
Mely Gombo menekankan pentingnya sinergi antara DPRK, Pemkab, dan Uncen dalam mengawal program ini.
Ia berharap seleksi jalur mandiri tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memastikan keberlanjutan melalui beasiswa, pendampingan, dan ikatan dinas agar lulusan benar-benar kembali melayani masyarakat.
“Kami di DPRK siap mengawal kebijakan ini. Harapan kami, anak-anak yang diterima nanti tidak hanya menjadi dokter, tetapi juga menjadi pionir perubahan di kampung-kampung pedalaman,” tambahnya.***






