MAMBERAMO RAYA,- tabloidpapuabaru.com,- Dalam kunjungan adat ke wilayah Bar Mamberamo Raya, Apolos Sroyer selaku Kepala Suku Besar Byak atau Manfun Kawasa Byak disambut hangat oleh seluruh masyarakat suku Biak yang berdomisili menetap di Kabupaten Mambermo Raya.
Prosesi penjemputan Manfun Apolos Sroyer ditandai dengan menginjak kaki dalam piring dan pengalungan bunga sebagai symbol orang yang dituakan, dihargai atau baru pertama kali menginjak kaki di suatu daerah.
Dalam rilis resmi yang diterima redaksi media online ini sabtu malam, (16/5/2026) melaporkan bahwa antusias masyarakat Suku Biak di Kabupaten Mamberamo Raya yang melakukan penjemputan cukup tinggi, baik itu tua muda , kecil besar berbondong-bondong hadir langung untuk menjemput pimpinan tertinggi di Suku Biak itu.

Apolos Sroyer dalam keterangannya menyebutkan bahwa pertemuan atau kunjungan adat ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, meneguhkan kembali jati diri budaya, serta memperkuat persatuan perantauan asal Biak (Sup Byaki) yang kini menetap di Mamberamo Raya,” pungkasnya.
Manfun Kawasa Byak Apolos Sroyer menyebutkan, Tujuan dari kunjungan Kainkain Karkara Byak ke Mambermo Raya adalah melakukan konsolidasi sekaligus melantik kepala suku (manwir) Biak wilayah Mamberamo Raya.
Poin penting kujungan adat adalah ;
- Penguatan Identitas Budaya: Apolos Sroyer menekankan pentingnya generasi muda dan anak adat Biak di perantauan untuk tetap memahami sejarah, asal-usul klan (keret), serta melestarikan tatanan adat leluhur mereka.
- Perlindungan Hak Adat dan Alam: Sebagai pemimpin adat, Apolos Sroyer konsisten terus menyuarakan pentingnya menjaga alam, sup byaki, dan tanah adat dari eksploitasi sepihak demi keberlangsungan hidup anak cucu di masa depan.
- Persatuan Komunitas Perantauan: Apolos Sroyer tekankan Kunjungan ini bertujuan merangkul warga Biak yang tersebar di wilayah pesisir dan pedalaman Mamberamo Raya agar tidak terpecah-belah, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis dengan suku lokal pemilik hak ulayat.
“kita suku Byak tetap hidup berpedoman pada pesan-pesan leluhur tentang Babe Syowi dan Babe Oser ( baku sayang dan kebersamaan atau persatuan) ini pesan para orang-orang tua , leluhur orang biak yang harus dipegang dan dilaksanakan oleh anak cucu kita,” tutup Sroyer.

Sekedar Diketahui Bahwa Struktur Kepemimpinan Adat Biak
Dalam struktur adat suku Biak (Kankain Karkara Byak), kepemimpinan dibagi berdasarkan tingkatan wilayah tugasnya:
- Manfun Kawasa Byak: Pemimpin tertinggi atau Kepala Suku Besar yang mengayomi seluruh masyarakat adat Biak secara global.
- Mananwir Eba: Pemimpin adat yang membawahi wilayah hukum adat yang lebih spesifik atau regional.
- Mananwir Mnu: Kepala suku di tingkat kampung (mnu) yang berwenang menyelesaikan sengketa domestik atau masalah kekeluargaan masyarakat sehari-hari. ***





