Laporan : Mozes Baab
JAYAPURA. tabloidpapuabaru.com,- Setelah ibdah Minggu Sengsara pertama Jemaat GKI Ebenhaezer Yoka Klasis Sentani, yang di pimpin oleh Pdt. Nelince Wanma, S.Si.Teol. Selanjutnya dilakukan pengukuhan majelis baru periode 2022-2027, sekaligus serah terima alat kelengkapan asset atau kekayaan gereja dari majelis yang lama kepada majelis baru. Berlangsung di gedung gereja Jemaat GKI Ebenhaezer Yoka minggu, (27/2) 2022.

Prosesi pengukuhan majelis baru itu, dipimpin langsung oleh Ketua Klasis Sentani, Pdt. Nelince Wanma,S.Si.Teol, dengan agenda pembacaan Surat keputusan BP Am Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua tentang tata gereja GKI Di Tanah Papua bab 2 tentang jabatan, tentang jemaat pasal 7 tentang majelis jemaat ayat 15 tentang serah terima.
Pada kesempatan itu ,Ketua Klasis Sentani Pdt. Nelince Wanma, S.Si berharap majelis yang baru dilantik agar bekerja dengan setia dan penuh rasa tanggungjawab kepada Tuhan.
“Pekerjaan ini bukan pekerjaan mudah, sebab pekerjaan ini dalam gereja adalah pelayanan dan Pelayanan itu menuntut pengorbanan pengabdian dan semua yang bekerja itu tidak diberi gaji, tidak ada financial secara kelihatan. Tapi kami semua percaya bahwa, mereka pasti diberkati dan digaji dari Tuhan,” ungkap ketua Klasis Sentani.

Dua hal penting yang dipesan oleh Ketua Klasis Sentani, Pdt. Nelince Wanma kepada Majelis yang baru dilantik yaitu pertama; berharap sebagai hamba dari Tuhan maka harus bekerja berdasarkan firman Tuhan yaitu alkitab. Yang kedua; sebagai hamba terhadap GKI maka harus juga bekerja sesuai dengan peraturan-peraturan dalam gereja. Sehingga pekerjaan dalam jemaat dapat berjalan dengan baik.
Disebutkan bahwa pelayanan di Jemaat GKI Ebenhaizer Yoka adalah jemaat yang sangat besar dan menjadi representasi dari GKI, maka bapak ibu majelis yang suda dilantik dan diteguhkan pada 27 Februari 2022, hendaklah dengan setia bekerja.
“pekerjaan ini dikerjakan dengan kekuatan dan kuasa dari Tuhan, maka apa yang sulit apa yang berat pasti diberi kekuatan dari Tuhan untuk dikerjakan,”harap ibu pendeta.

Sementara itu Wakil Ketua Majelis Jemaat GKI Ebenhaezer Yoka, Pnt. Markus Olua, saat diwawancarai media online ini usai mengikuti pengukuhan Majelis Jemaat baru menyampaikan bahwa anggota Majelis baru adalah orang-orang yang dipanggil khusus.
“ini panggilan iman karena ada gerakan Roh Kudus, sehingga kita bisa datang mengabdi, dipanggil dalam tugas dan tanggungjawab sebagai majelis untuk menjaga dan mengelolah kebun anggur Tuhan dalam Jemaat,”ungkapnya.
Disebutkan ,tugas pelayanan adalah pengabdian dari Tuhan, dimana disemua tempat yang kita mengabdi ada ukuran dan standar, tetapi bekerja di ladang Tuhan, Kebun Anggur ini tidak ada standard dari Tuhan.
Tidak ada penghargaan selain pengabdian tanpa pamrih, maka itu selaku wakil ketua mewakili BPMJ ia mengucapkan terima kasih kepada pribadi dan keluarga secara khusus yang sudah memberikan ruang dan kesempatan untuk mengabdikan sisa waktu hidup yang Tuhan anuhgerahkan dalam pekerjaan yang mulia ini.
Lebih jauh Markuas Olua mengatakan dalam bekerja di kebun Anggur dalam gereja, pekerjaan itu tentu kedepan banyak tantangan yang akan dihadapi, baik datangnya dari pribadi, keluarga dan lingkungan jemaat.
Sehingga menurutnya membutuhkan satu kesatuan hati dan kerjasama dari semua. “kami percaya bahwa pekerjaan ini adalah Tuhan punya pekerjaan, kami hanya alat kecil yang dipakai Tuhan untuk menjaga dan melaksanakan itu. Kita semua percaya bahwa tantangan yang dihadapi pasti Tuhan ada bersama kita. Kita jalan dalam Rahmat dan tuntunan Tuhan maka pasti pekerjaan ini akan berjalan dengan baik. Amin.**






