JAYAPURA-tabloidpapuabaru.com,- Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Papua ( Sabtu 11/4) tahun 2026 yang berlangsung di Lt9 kantor Gubernur Papua menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah organisasi serta kepemimpinan dunia usaha di Tanah Papua.
Kegiatan lima tahunan ini tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, tetapi juga wadah merumuskan program kerja ke depan yang lebih adaptif dan inklusif.
Ketua KADIN Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobai, menyampaikan apresiasi atas undangan dan keterlibatan pihaknya dalam Musprov tersebut.
Ia menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian penting dari mekanisme organisasi dalam mengevaluasi kinerja lima tahun terakhir sekaligus menetapkan arah kebijakan baru demi memperkuat peran KADIN di tingkat daerah maupun nasional.
Lebih lanjut, Alexander Gobai juga mengapresiasi langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah daerah bersama pimpinan KADIN dalam mendorong keterlibatan pengusaha asli Papua. Menurutnya, keputusan untuk memberikan ruang kepemimpinan kepada putra-putri asli Papua, termasuk perempuan Papua, merupakan langkah progresif yang mencerminkan komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
Ia menilai, kebijakan tersebut sejalan dengan semangat agar masyarakat Papua menjadi tuan di negeri sendiri, khususnya dalam sektor ekonomi dan dunia usaha.
Hal ini juga didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah seperti yang didorong oleh Meki Nawipa, yang terus mengupayakan peningkatan kapasitas dan peran pelaku usaha lokal.
Menurutnya, ke depan diperlukan penguatan kolaborasi dan komunikasi antarprovinsi di wilayah Papua, termasuk antara Papua Induk dan Papua Tengah, guna menciptakan ekosistem usaha yang lebih solid, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Musprov VIII KADIN Papua ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang representatif serta program-program strategis yang berpihak pada pengusaha lokal, sekaligus memperkuat kontribusi KADIN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.pungkasnya (JK)






