SENTANI, tabloidpapuabaru.com,- Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.IK., M.H., menghadiri pembukaan Pesta Budaya Hote Mbay Heley Mbay atau Satu Sempe Satu Piring Ikan dengan mengangkat tema, Makan Papeda dengan wadah gerabah, di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis, 28 September 2023.
AKBP Fredrickus Maclarimboen menyampaikan, bahwa pesta atau festival makan Papeda di sempe ini merupakan murni agenda dari masyarakat, yang pada saat ini diselenggarakan untuk keempat kalinya.
“Sebelumnya tidak terlaksana, karena adanya pandemi Covid-19. Tentunya, kami dari Polres Jayapura selalu mensupport dan juga mendukung semua agenda masyarakat yang positif dan ini merupakan salah satunya. Artinya, bagaimana kita semua berkampanye agar kembali ke kampung untuk membangun kampung,” ujarnya kepada wartawan usai pembukaan festival tersebut.
Kata Kapolres Jayapura, potensi kampung itu ada untuk bisa menghidupkan masyarakat yang lain di kampung masing-masing.
“Tentunya, ini salah satu langkah positif yang diambil oleh penggagas dan juga masyarakat Kampung Abar,” katanya.
Kapolres Fredrickus Maclarimboen juga menyampaikan, ada potensi membuat gerabah atau sempe, dan dari itulah ada tradisi makan Papeda di sempe sebagai sarana komunikasi, ketika orang tua dulu bersama-sama dengan keluarga itu makan satu sempe dengan helay masing-masing.
“Disitulah ada satu ikatan kekeluargaan, yang harus kita bangun dan juga harus dilestarikan. Sehingga kekeluargaan dan kebersamaan itu bisa dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat. Tentunya, apa yang dibuat hari ini untuk mengingat kembali bagaimana orang tua kita dulu dalam menyajikan makanan kepada seluruh anggota keluarga,” bebernya.
“Nah, dari keluarga harmonis tentu dia akan berkembang kepada lingkungan yang harmonis juga. Sehingga menciptakan keamanan dan ketertiban di masing-masing kampung,” tambahnya.
Kapolres Fredrickus berharap festival makan Papeda dengan wadah gerabah atau sempe ini dapat dilakukan secara terus-menerus.
“Untuk itu, kita berharap kegiatan ini tidak sampai disini saja. Selain itu, kami juga berharap ada dari dinas terkait maupun dari pihak-pihak sponsor lain, yang bisa mendorong untuk membantu meningkatkan mutu daripada gerabah-gerabah yang dibuat oleh mama-mama kita yang ada di kampung-kampung. Informasi yang kami dapat itu memang sebelumnya sudah perna ada, namun belum bisa maksimal. Artinya, dengan gerabah-gerabah ini bisa dibuat dengan berbagai macam jenis produk, bukan hanya semacam sempe saja.
Tetapi, gerabah-gerabah ini dibuat dalam bentuk jeni produk yang lain, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” tukas AKBP Fredrickus Maclarimboen.
Untuk diketahui, festival tersebut akan berlangsung dari tanggal 28 September hingga 30 September 2023 mendatang itu dibuka secara resmi oleh Sekda Kabupaten Jayapura, Dr. Hana S. Hikoyabi, M.KP. (ewako)**






