SENTANI,tabloidpapuabaru.com,- Mathius Awoitauw mantan bupati Kabupaten Jayapura II periode yakni 2012-2017 dan 2017-2022. Secara resmi pulang kembali ke Kampung halamannya, Sabtu (14/1/) 2023. Kampung dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. Setibanya di Kampung Yokiwa Mathius disambut oleh para ondoafi, Ondofolo dan masyarakat Kampung.
Dengan diiringi tarian adat dan suling tambur, Mathius diarak-arakan menuju rumah adat atau dalam bahasa Suku Sentani disebut Obhe. Selanjutnya dilakukan prosesi adat menurunkan mahkota Cenderawasih dari kepala Mathius Awoitauw. Kemudian dilanjutkan dengan Ibadah Pengucapan Syukur yang dipimpin oleh Pdt. Roby Depondoy.

Dalam khotnahnya termuat dalam kitab Ulangan 28: 1-14, dengan Perikop “Mendengar dan Melakukan dengan Baik” – “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi”.
Pdt. Roby Depondoy menyebutkan bahwa pada ayat 13 menyebutkan bahwa , “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, 14. dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”.
Pdt. Roby Depondoy berharap, Mathius terus bersandar kepada Tuhan dengan mendengar perintah Tuhan maka Tuhan berjanji akan mengangkat lebih tinggi lagi. Untuk itu tidak ada yang tidak mungkin kalau kita bersandar kepada Tuhan.
Pada Kesempatan tersebut, Mathius Awoitauw menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh ondoafi/ondofolo, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh masyarakat di Kampung Yokiwa. “hari ini mereka buat syukuran karena tepat sepuluh tahun lalu mereka buat acara persis seperti ini untuk melepas saya dari Kampung keluar untuk berkompetisi deklarasi kampanye untuk maju sebagai bupati Kabupaten Jayapura dan apa yang mereka buat dan yakini dalam doa-doanya itu terbukti saya bisa jabat bupati selama dua periode,” terang MA sapaan akrab Mathius Awoitauw.
Setelah sepuluh tahun selesai, maka kembali ke kampung dan mereka bersyukur karena sepuluh tahun bisa berjalan dengan baik, mereka bersyukur kepada Tuhan karena Doa mereka sudah dikabulkan oleh Tuhan.**






