SUPIORI-TABLOID PAPUA BARU. COM,- Masyarakat Kampung Aminweri menggelar kegiatan pemberdayaan yang diprakarsai oleh, Frengky Wadiwe (Tokoh Adat), dalam rangka menyemarakkan Hari Tani Nasional Tahun 2026, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di teras Gereja GKI Alfa dan Omega Kampung Aminweri ini mengusung semangat penguatan pertanian, pelestarian lingkungan, persatuan, dan keamanan kampung.
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi wujud kebersamaan untuk memperkuat peran petani serta mendorong kepedulian terhadap tanah adat dan sumber daya alam di wilayah Kampung Aminweri.
Sekretaris Dewan Adat Kankain Karkara Byak Mun Supiori, Frans Elly Korwa, dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga adat hadir untuk bergandengan tangan dengan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga nilai gotong royong, persatuan, dan tanggung jawab sosial demi terciptanya lingkungan yang damai serta sejahtera.
Frans juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan wilayah tempat tinggal sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata tugas aparat maupun lembaga tertentu. Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap keadaan sekitar, memelihara hubungan baik antar sesama, serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman kampung.
Pada momentum Hari Tani Nasional, ia turut menyampaikan penghormatan kepada petani sebagai pahlawan pangan bangsa. Masyarakat diajak menghargai hasil pertanian lokal, mengurangi pemborosan pangan, serta menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan dan mewujudkan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Frengky Wadiwe menekankan bahwa berkebun merupakan pekerjaan mulia yang menjanjikan masa depan apabila ditekuni secara sungguh-sungguh. Ia mendorong generasi muda untuk belajar mengolah tanah, menanam tanaman pangan, menjaga hasil kebun, dan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat.
Frengky juga mengingatkan warga agar menjaga tanah adat sebagai titipan leluhur dengan tidak merusak hutan, membakar lahan sembarangan, ataupun mengeksploitasi hasil alam tanpa mempertimbangkan keberlanjutannya.
Selain itu, Mananwir Aminweri mengajak warga menjaga keamanan dan memperkokoh persatuan kampung dengan menjauhi minuman keras, pertengkaran, kekerasan, serta isu yang belum jelas kebenarannya. Kegiatan kemudian dimeriahkan lomba makan kerupuk dan balap karung, dilanjutkan pembagian sembako serta bibit sayur kepada masyarakat.***






