JAYAPURA- tabloidpapuabaru.com ,- Melalui pelaksanaan bursa kerja (job fair) yang mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan-perusahaan penyedia lapangan pekerjaan.
Kepala Bidang Dinas Tenaga Kerja, Fransiska H Rerey, S. Pd, M. Si, – menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam membuka akses kerja yang lebih luas, mudah, dan modern bagi masyarakat.

Menurut Fransiska, tingginya angka pengangguran menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, melalui kegiatan job fair, pemerintah hadir untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan para pencari kerja secara langsung dan efisien.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menjawab angka pengangguran yang masih tinggi di Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura. Kami mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja dalam satu tempat sehingga masyarakat tidak perlu lagi mendatangi perusahaan satu per satu,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan media online ini di Kantor Gubernur Papua Rabu 13 Mei 2026.

Ia menjelaskan, perusahaan-perusahaan yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan perusahaan yang benar-benar membuka lowongan pekerjaan. Para pencari kerja cukup datang ke lokasi kegiatan, memperoleh informasi secara langsung, kemudian menyerahkan berkas sesuai kebutuhan perusahaan.
Tidak hanya itu, sistem pelayanan ketenagakerjaan kini juga telah bergerak menuju digitalisasi. Mayoritas perusahaan, kata Fransiska, telah menerapkan proses rekrutmen secara daring untuk mempermudah masyarakat.
“Sekarang pencari kerja sudah lebih mudah karena prosesnya banyak dilakukan secara digital. Mereka cukup melakukan pemindaian dokumen dan mengirimkan berkas melalui tautan atau platform yang disediakan perusahaan. Jadi tidak perlu lagi bolak-balik fotokopi dokumen seperti dulu,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua juga menyediakan layanan pembuatan kartu kuning atau kartu pencari kerja sebagai bagian dari kemudahan administrasi ketenagakerjaan bagi masyarakat.
Fransiska menyebutkan, hingga hari kedua pelaksanaan, sedikitnya 27 perusahaan telah ambil bagian dalam pameran kerja tersebut.
Perusahaan-perusahaan itu berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, BUMN, BUMD, retail, hingga perusahaan penjualan kendaraan bermotor.
Beberapa perusahaan nasional yang ikut ambil bagian di antaranya PLN, Indomaret, dan MR.DIY.
Ia berharap kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut dapat membuka peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat Papua, khususnya generasi muda yang baru menyelesaikan pendidikan.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan dapat membantu masyarakat pencari kerja di Papua. Memang jumlah lowongan belum sebanding dengan jumlah pencari kerja, tetapi paling tidak masyarakat bisa mengetahui kebutuhan dan persyaratan dunia kerja saat ini,” katanya.
Lebih lanjut, Fransiska menilai kegiatan job fair bukan hanya sekadar membuka lowongan kerja, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda Papua untuk memahami tantangan dunia kerja modern.
Menurutnya, banyak lulusan sekolah yang masih berpandangan bahwa pekerjaan hanya identik dengan profesi sebagai aparatur sipil negara. Padahal, sektor swasta dan dunia usaha juga menawarkan peluang besar untuk berkembang dan memperoleh penghasilan yang layak.
“Kami ingin membuka wawasan anak-anak muda Papua bahwa bekerja tidak harus selalu menjadi pegawai negeri. Semua sektor pekerjaan memiliki peluang untuk menghasilkan pendapatan dan masa depan yang baik, tergantung bagaimana mereka mempersiapkan diri,” tegasnya.
Pelaksanaan job fair tahunan tersebut juga dinilai sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua dan Wakil Gubernur Papua dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong transformasi pelayanan publik yang adaptif dan berbasis digital.
Pemerintah Provinsi Papua berharap melalui kegiatan seperti ini, masyarakat semakin siap menghadapi persaingan kerja, meningkatkan kompetensi, serta mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang terus berkembang di Propinsi Papua.tuturnya ***





