WAMENA – TABLOID PAPUA BARU.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua (HIPMAS), Hendrik Yance Udam, secara resmi melantik Tuan Yan Kira Klak, S.Pd., M.S.M., sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIPMAS Provinsi Papua Pegunungan.
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Imanuel, Kota Wamena, Kamis (24/9/2026). Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengurus dan disaksikan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, BP3OKP, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta para ketua HIPMAS dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam sambutannya, Hendrik Yance Udam menegaskan bahwa HIPMAS merupakan organisasi yang memiliki struktur kepengurusan dari tingkat pusat hingga daerah.
Menurut dia, HIPMAS hadir sebagai wadah pengaderan bagi anak-anak asli Papua yang bergerak di bidang usaha, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian pengusaha muda Papua.
“HIPMAS lahir sebagai laboratorium pengaderan anak-anak asli Papua yang bergerak di dunia usaha. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dalam membangun diri dan mempersiapkan diri agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah serta peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Udam.
Ia mengatakan, dalam perjalanan organisasi, HIPMAS telah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan di Tanah Papua, termasuk pembangunan fasilitas perumahan.
Udam juga menyampaikan bahwa perjuangan HIPMAS turut mendorong lahirnya kebijakan pemerintah terkait pemberdayaan pengusaha asli Papua. Ia menyebut Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2012 sebagai salah satu regulasi yang memberikan ruang bagi pengusaha asli Papua melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa serta penunjukan langsung dengan batas nilai tertentu.
Menurut Udam, terbentuknya kepengurusan HIPMAS di Provinsi Papua Pegunungan menjadi babak baru bagi pengembangan organisasi sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
“Dengan hadirnya HIPMAS di Papua Pegunungan, ini merupakan babak baru dalam mengembangkan organisasi serta ikut berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan kabupaten yang ada,” katanya.
Ia kemudian mengajak Ketua DPD HIPMAS Papua Pegunungan yang baru dilantik bersama seluruh ketua DPC HIPMAS di delapan kabupaten untuk membangun kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak.
Kolaborasi tersebut, kata Udam, perlu dibangun bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, pemerintah kabupaten, DPR Papua Pegunungan, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan, BP3OKP, serta lembaga-lembaga adat di wilayah tersebut.
Secara khusus, Udam meminta Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) memberikan perhatian terhadap keberadaan dan pengembangan HIPMAS Papua Pegunungan.
“Saya berharap BP3OKP menjadikan HIPMAS sebagai binaan, karena keberhasilan BP3OKP adalah wajah dari HIPMAS Papua Pegunungan,” harapnya.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi HIPMAS di Papua Pegunungan untuk memperkuat kapasitas pengusaha muda asli Papua dan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.(Laporan Nap) **






