• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home JAYAPURA

Atlet Dayung Mengaku Terkendala Panas dan Angin di Teluk Youtefa

by
12 Oktober 2021
in JAYAPURA
0
Atlet Dayung  Mengaku Terkendala Panas dan Angin di Teluk Youtefa

im dayung Jawa Barat di nomor Dayung TBR Putra 500 M berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 02:04.249 di Teluk Youtefa, Kota Jayapura. Minggu (10-10-2021) ( Foto : PB PON XX Papua /Silvester )

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA -Perhelatan cabang olahraga (Cabor) Dayung Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua, dilangsungkan di Teluk Youtefa, Kota Jayapura.

Berada di tepian Samudera Pasifik, para atlet dayung  yang mengikuti ajang tersebut berhadapan langsung dengan teriknya matahari dan hembusan angin yang kerap berubah.

Salah satu yang mengeluhkan kondisi cuaca dan angin di Teluk Youtefa adalah Yaulana Amalia, pedayung asal Jawa Barat.

Menurut dia, kondisi panas di Teluk Youtefa sangat terik, bahkan suhu di atas air sempat mencapai 39 derajat Celcius.

“Panas banget sih, terus tadi pagi sempat mendung tiba-tiba sekarang panas lagi,” ujarnya di Jayapura, Senin (11/10/2021).

Mengenai kondisi angin, Yaulana mengakui bila timnya harus bekerja lebih keras menyesuaikan arah angin, terutama pada sore hari.

“Kalau di sini penghambatnya kalau jelang sore, angin dari kanan, jadi buat pedayung kanan agak susah karena pasti perahu ke kiri terus, sedangkan yang di kanan harus narik terus,” kata dia.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Muhammad Ramadhan, pedayung asal DKI Jakarta. Menurut dia, suhu panas di Teluk Youtefa berbeda dengan di tempat asal dan latihannya.

Karenanya ia dan rekan-rekannya bisa beradaptasi dengan cepat dan menggunakan peralatan tambahan agar bisa meminimalisir dampak cuaca.

“Cuaca memang lebih panas di sini, adaptasi saja, awal-awal memang panas banget, sedikit berpengaruh ke stamina, latihan biasa tidak pakai topi sekarang harus pakai topi,” tuturnya.

Selain itu ia juga mengeluhkan kondisi angin yang kerap berubah, namun hal tersebut sudah mulai dapat dikuasai.

“Angin berubah-ubah, kadang dari depan, belakang, kanan dan kiri, tapi sekarang sudah lumayan beradaptasi,” kata Ramadhan.

Sementara pedayung asal Kalimantan Tengah, A Gunawan, juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan ia mengaku panasnya cuaca di Teluk Youtefa cukup menguras stamina para atlet.

“Panasnya luar biasa, cukup menguras stamina,” kata dia.

Gunawan melihat kondisi angin di Teluk Youtefa menjadi tantangan tersendiri untuk seluruh atlet yang berlomba.

Bahkan saat berlomba, perahu kerap berbelok sendiri karena tertiup angin yang cukup kencang.

“Cuaca di sini berbeda dengan tampat kita latihan, di sini teluk, jadi anginnya snagat kencang. Jadi pada babak penyisihan sampai final cukup mengganggu karena anginnya sangat kencang, perahu larinya ke kiri atau ke kanan,” tutur Gunawan. (Humas PB PON XX/ Dhias/nethy ds)

Previous Post

Annisa Fabiola Sumbang Emas Untuk Papua Dari Selam Laut

Next Post

Gebyar PON Papua Mempromosikan Keberagaman Papua Ke Seluruh Indonesia

Next Post
Gebyar PON Papua Mempromosikan Keberagaman Papua Ke Seluruh Indonesia

Gebyar PON Papua Mempromosikan Keberagaman Papua Ke Seluruh Indonesia

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dirjen Otonomi Daerah Dorong Dermaga Strategis di Sorong Selatan, Perkuat Konektivitas Laut Papua Barat Daya

Dirjen Otonomi Daerah Dorong Dermaga Strategis di Sorong Selatan, Perkuat Konektivitas Laut Papua Barat Daya

28 April 2026
PLN UIP MPA Perkuat Komitmen Integritas melalui Sosialisasi SMAP dan Kepatuhan

PLN UIP MPA Perkuat Komitmen Integritas melalui Sosialisasi SMAP dan Kepatuhan

28 April 2026
Dari Nakhoda Kapal ke Penggerak Pertanian: Perjalanan Marten Norotouw Bangun Kemandirian Pangan di Papua

Dari Nakhoda Kapal ke Penggerak Pertanian: Perjalanan Marten Norotouw Bangun Kemandirian Pangan di Papua

28 April 2026
NUANSA HUT RI MULAI TERASA DI SUPIORI

NUANSA HUT RI MULAI TERASA DI SUPIORI

28 April 2026

Recent News

Dirjen Otonomi Daerah Dorong Dermaga Strategis di Sorong Selatan, Perkuat Konektivitas Laut Papua Barat Daya

Dirjen Otonomi Daerah Dorong Dermaga Strategis di Sorong Selatan, Perkuat Konektivitas Laut Papua Barat Daya

28 April 2026
PLN UIP MPA Perkuat Komitmen Integritas melalui Sosialisasi SMAP dan Kepatuhan

PLN UIP MPA Perkuat Komitmen Integritas melalui Sosialisasi SMAP dan Kepatuhan

28 April 2026
Dari Nakhoda Kapal ke Penggerak Pertanian: Perjalanan Marten Norotouw Bangun Kemandirian Pangan di Papua

Dari Nakhoda Kapal ke Penggerak Pertanian: Perjalanan Marten Norotouw Bangun Kemandirian Pangan di Papua

28 April 2026
NUANSA HUT RI MULAI TERASA DI SUPIORI

NUANSA HUT RI MULAI TERASA DI SUPIORI

28 April 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In