JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyerahkan bantuan satu unit mesin fogging kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Papua, Arinius Weya, mengatakan pemberian bantuan satu unit mesin fogging lengkap ini guna mendukung upaya penanggulangan kasus demam berdarah dengue (DBD) serta menuju eliminasi malaria 2030.
“Kami berikan bantuan satu unit mesin fogging kepada dinas kesehatan Kabupaten Biak Numfor tujuannya karena demam berdarah masih ada. Serta dalam rangka menuju eliminasi malaria tahun 2030 di Kabupaten Biak Numfo sehingga mulai dari sekarang kami harus mempersiapkan untuk menuju eliminasi nanti,”ujar Arinius melalui sambungan telepon kepada wartawan Tabloid Papua Baru. Kamis (16/3).
“Untuk itu kita berikan perhatian, semoga bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat Iuntuk masyarakat,”ungkapnya.
Ia menambahkan, Kabupaten yang melaporkan kasus DBD tahun 2022 adalah Kabupaten Jayapura, Nabire, Biak, Mimika, Boven Digoel, Asmat, Kota Jayapura, Supiori dan Sarmi. Kabupaten Biak Numfor tahun 2022 melaporkan ada 18 kasus DBD.
“Kami tetap memberikan support untuk Dinas Kesehatan yang ada di Provinsi Papua di 8 Kabupaten 1 Kota, kami berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Kota tetap bersinergi untuk membangun kerjasama,”pungkas Arinius.
Ditempat yang sama kepala seksi P2 Lukas linggi, SKM mewakili kepala Dinas kesehatan kabupaten Biak Numfor menerima bantuan satu unit mesin fogging menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas kesehatan provinsi Papua di bidang P2P.
” bantuan satu unit mesin fogging lengkap itu sangat membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, terimakasih telah memberikan kontribusi dan perhatian kepada kami dan kami perlu dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua,”ujarnya.
Arinius juga menambahkan, Bersaman dengan itu Dinkes Provinsi Papua melalui P2P juga melakukan Kegiatan On The Job Training (Pelatihan Singkat ) program P2 melalui aplikasi online kepada petugas dinas kesehatan di Kabupaten Supiori dan Kabupaten Biak Numfor yang turun kelapangan.
“Kami memberikan pelatihan aplikasi online antara lain aplikasi SIHAPI untuk melaporkan data cakupan program Hepatitis serta melaporkan tata laksana kasus diare. Aplikasi SILANTOR untuk melaporakan semua data penanggulangan vektor penyakit dan aplikasi SIARVI khusus melaporkan data penaggulangan kasus Arbovirosis (DBD ),”jelasnya.
“Kami lakukan pelatihan dan bimbingan ini kepada petugas kami dilapangan serta petugas puskesmas di Kabupaten Supiori dan Kabupaten Biak Numfor agar nantinya dalam memberikan laporan datanya dapat melalui aplikasi tersebut untuk dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua,”ucapnya (**)






