• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home HEADLINE

DOB Merupakan Rencana Tuhan Terhadap Orang Papua

by
31 Maret 2022
in HEADLINE
0
DOB Merupakan Rencana Tuhan Terhadap Orang Papua

Pdt. Freddy H. Toam, S.Th., M.Si.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA, tabloidpapuabaru.com,- Tokoh Masyarakat Papua, Pendeta Fredy H. Toam, S.Th., M.Si., memberikan pandangannya tentang wacana Daerah Otonomi Baru (DOB) atau Pemekaran Provinsi Papua.

Menurut Dosen Program Studi (Prodi) Agama Kristen di Universitas Cenderawasih ini, DOB atau pemekaran wilayah Papua menjadi beberapa provinsi itu merupakan rencana Tuhan terhadap orang Papua.

Merujuk perspektif agama, wacana Daerah Otonomi Baru (DOB)/  Pemekaran Provinsi Papua menjadi beberapa Provinsi, sesungguhnya adalah rencana Tuhan terhadap Masyarakat Papua. Sabtu (26/3/2022).

Lanjut mantan punggawa KNPI era 80-an ini mengatakan, apa yang sudah menjadi rencana Tuhan tersebut atas tanah Papua harus didukung dengan baik. Bukan malah ditolak dengan memiliki pemikiran yang sempit.

“Menurut saya harus didukung, Tuhan sedang berperkara diatas tanah ini, ini sementara proses. Saya katakan, bagi yang menolak harap buka kembali Alkitab,” tegas Pendeta Fredy.

Masuknya penginjil ke tanah Papua melalui Pekabaran Injil sudah 167 tahun. Tujuan Tuhan mengirim Penginjil adalah untuk membawa terang dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

“Dalam Alkitab Yesaya 40 : 1-11 itu dikatakan oleh Tuhan langsung, jadi tidak alasan untuk menolak DOB, Tuhan ingin kita melihat pemekaran ini dari sudut pandang Terang Injil,” jelasnya.

Perikop Alkitab ini dimulai dengan kalimat “Hiburkanlah, Hiburkanlah umat-Ku, serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir”. Kemudian dikatakan, ”Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan;”. Kemudian pada ayatnya yang ke-5 disebutkan “maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama”.

“Ayat-ayat tersebut dinilai mengandung pesan Tuhan agar umat terus terlibat dalam proses pembangunan untuk dapat melihat kemuliaan Tuhan,” ucapnya.

Sejalan dengan firman Tuhan diatas, pemekaran DOB di Papua mutlak diperlukan mengingat kondisi wilayah yang terlalu luas. Jika ada masyarakat yang menolak pemekaran DOB, Pdt, Freddy Toam mengajak mereka untuk kembali mempelajari firman Tuhan secara seksama. Diakui juga bahwa ada tokoh-tokoh pendeta yang menolak pemekaran DOB karena dinilai akan semakin menyisihkan keberadaan Orang Asli Papua (OAP). Pendeta Freddy Toam menilai bahwa pandangan tersebut cenderung partikularistik dan sempit.

“Para pendeta harus kembali pada pemahaman bahwa hukum kasih dan perintah penginjilan yang disampaikan Yesus bersifat universal. Tidak ada sekat pemisah, baik suku, bangsa, ras, warna kulit, jenis rambut, maupun bahasa. Yesus tidak membeda-bedakan orang, dan bahkan mengajarkan untuk mendoakan serta mengasihi musuh,” ungkap pendeta senior yang juga pernah menjadi anggota DPRP dan Ketua Kantor KOMNAS HAM Papua ini. Pada saat yang sama, dunia pun mengalami globalisasi sehingga hampir semua sekat telah terbuka. “Sangat naif jika ada pendeta-pendeta yang menutup diri terhadap pihak lain, kemudian menjustifikasi pandangannya dengan kutipan ayat suci,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh dinamika yang terjadi di Papua pun harus sejalan dengan upaya untuk mendatangkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Tuhan inginkan Papua menjadi maju dan umatnya sejahtera.

“Tuhan tentu tidak menginginkan bangsa ini tinggal dalam keterbelakangan, dan ini stigma yang sudah lama diderita oleh orang-orang di Tanah Papua. Dengan otonomi ini sekarang, kita balikkan stigma tersebut. Ibarat Rumah, Papua tidak boleh jadi bagian belakang, melainkan serambi atau bagian depan dari rumah Republik Indonesia. Papua berbatasan dengan Samudera Pasifik yang di seberangnya ada Amerika Serikat, Australia dan Jepang. Secara geografis, Papua harus menjadi etalase dari NKRI. Wajah Indonesia ini harus dapat dilihat dari Papua, dan Saya bersyukur sekali bahwa semua suku bangsa ada di Papua,” ungkapnya.

Pendeta Freddy Toam juga menyampaikan bahwa OAP seharusnya dapat lebih banyak berkontribusi dalam proses pemekaran DOB mengingat ada perlindungan dalam UU Otsus. Dulu sebelum diterapkannya Otsus Papua, masyarakat Papua dapat hidup berdampingan tanpa membedakan asal suku.

“Sekarang ada Otsus, harusnya lebih mampu berperan lebih, jangan ada ketergantungan. Kami dulu tidak ada Otsus, namun kita bisa bersaing dengan daerah lain, dengan suku lain. Jadi Otsus ini harus disikapi dengan baik, tentu implementasinya juga harus merujuk pada firman Tuhan,”kata Pdt. Freddy Toam yang juga berhasil menjadi anggota dan pimpinan dari berbagai organisasi, seperti Ketua DPD KNPI, Anggota DPR Papua dan Ketua KOMNAS HAM Papua.

Terakhir, dirinya mengingatkan kembali untuk seluruh umat Tuhan di Papua, utamanya yang masih berfikiran sempit, tidak terbuka dengan keberadaan kemajemukan, maka buka kembali Alkitab. Perdalam lagi apa yang disampaikan Tuhan.

“Tuhan tidak membedakan ciptaannya, suku ini suku itu, rambut kulit dan lain sebagainya, Tuhan itu memiliki sifat Universal. Jadi kalau Tuhan demikian, mengapa kita ada skat-skat. Karena sejatinya, manusia diciptakan sama dihadapan Tuhan,” pungkasnya. (ewako)*

Previous Post

Distrik Waibhu Kembali Juara Umum MTQ Ke XXIX, Tingkat Kabupaten Jayapura

Next Post

Pencaker Pegubin: Kami Butuh Keadilan  

Next Post
Pencaker Pegubin: Kami Butuh Keadilan  

Pencaker Pegubin: Kami Butuh Keadilan  

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

30 April 2026
Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

30 April 2026
Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

30 April 2026
Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

29 April 2026

Recent News

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

30 April 2026
Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

30 April 2026
Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

30 April 2026
Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

29 April 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In