JAYAPURA, tabloidpapuabaru.com – Wacana mengenai masa jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali menjadi perhatian publik setelah Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengkritisi lamanya masa kepemimpinan Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si di institusi Polri.
Mahfud MD menilai bahwa terlalu lamanya suatu jabatan strategis dipegang oleh satu orang berpotensi memengaruhi dinamika dan kualitas kepemimpinan dalam sebuah institusi. Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menjaga regenerasi dan penyegaran organisasi.
“Enggak tahu (siapa yang diuntungkan), saya juga tidak ingin tahu, karena menurut saya itu tidak baik. Oleh karena tidak baik, kok masa dipaksakan masuk undang-undang?” ujar Mahfud MD sebagaimana dikutip dari Tribun Trends, Rabu (17/6).
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua (DPN PAP), Jan Christian Arebo, S.H., M.H. Menurutnya, kritik yang disampaikan Mahfud MD merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang patut dihargai. Namun demikian, pihaknya menilai kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga saat ini masih menunjukkan hasil yang positif.
“Masukan dan kritik dari Pak Mahfud MD tentu merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun jika melihat kinerja Kapolri selama ini, kami menilai kepemimpinan beliau berjalan baik dan mampu mengawal berbagai program pemerintah,” kata Arebo kepada wartawan di Jayapura, Jumat (19/6/2026).
Ia menyatakan harapannya agar Jenderal Listyo Sigit tetap memimpin Korps Bhayangkara hingga berakhirnya masa jabatan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan di tubuh Polri penting untuk menjaga stabilitas serta memastikan pelaksanaan program-program strategis pemerintah berjalan optimal.
Arebo juga menyinggung apresiasi yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto terhadap Kapolri dan jajaran Polri. Ia merujuk pada pemberitaan salah satu media nasional yang memuat pernyataan Presiden mengenai kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit.
“Kami memaknai pernyataan Presiden tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Sigit. Hal itu menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kemampuan beliau dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolri,” ujarnya.
Menurut Arebo, dukungan terhadap Jenderal Listyo Sigit bukan semata-mata karena faktor personal, melainkan berdasarkan penilaian terhadap berbagai program dan kebijakan yang selama ini telah dijalankan Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Ia meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan Polri perlu terus dipertahankan demi menjaga keamanan, ketertiban, serta keberlanjutan berbagai program prioritas nasional.
“Kami di Papua melihat bahwa apresiasi Presiden terhadap Polri merupakan indikator bahwa kinerja institusi ini dinilai baik. Karena itu, kami berharap Jenderal Sigit tetap memimpin Polri hingga akhir masa jabatan Presiden agar program-program pemerintah dapat terus dikawal dan dijalankan secara konsisten,” pungkas Arebo.***






