JAYAPURA-tabloidpapuabaru.com,- Kepedulian terhadap para korban ledakan yang diduga berasal dari sisa bom Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Perikanan, Kabupaten Biak Numfor, terus mengalir.
Asosiasi Peternak Ayam Petelur (APPU) Biak Numfor bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor menyalurkan bantuan berupa telur untuk mendukung kebutuhan gizi para korban yang saat ini masih berada di lokasi penampungan sementara.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di Posko Penampungan Sementara Hotel Mapia, Biak, Rabu (10/6/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong para peternak ayam petelur lokal sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang terdampak musibah ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Hortikultura, drh.Bambang Haryanto yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Biak Numfor, Rahmatullah, S.Sos., M.M., mengatakan bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah bersama pelaku usaha peternakan terhadap kondisi para korban dugaan ledakan bom sisa perang dunia II .

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi dukungan moril bagi para korban. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Pemerintah akan terus memantau dan melakukan langkah-langkah nyata dalam menangani dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor, Adeodatus Sandi Palangan, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan para peternak dan Dinas Pertanian. Ia memastikan bantuan tersebut akan segera didistribusikan kepada para korban mengingat telur merupakan bahan pangan yang memiliki masa simpan terbatas.
“Saat ini terdapat 63 korban yang menempati 15 kamar di Hotel Mapia. Atas nama para korban, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini akan kami administrasikan dengan baik dan segera dibagikan agar dapat dinikmati serta menambah asupan gizi mereka selama berada di lokasi penampungan,” ujarnya.

Bantuan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal dalam memberikan perhatian serta dukungan kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Biak Numfor, Tery Sroyer, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berjumlah 33 rak telur yang berhasil dikumpulkan dari para peternak selama dua hari terakhir.
Menurutnya, jumlah bantuan tersebut belum maksimal karena waktu pengumpulan yang relatif singkat sehingga tidak semua anggota asosiasi dapat berpartisipasi.
“Kami memohon maaf apabila bantuan yang diberikan masih terbatas. Namun kami berharap bantuan ini dapat memberikan semangat dan membantu memenuhi kebutuhan gizi para korban. Ke depan, kami siap terus bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan instansi terkait lainnya dalam mendukung penanganan warga terdampak,” kata Terry.
“Apresiasi dan trimakasih kami, Pengurus dan anggota Asosiasi Pengusaha Peternak Unggas Kabupaten Biak kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Plt. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Biak Numfor drh. Bambang Haryanto yang terus memberikan dukungan dan pendampingan Kepada kami Asosiasi.” Tutup Tery.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Kepala Bidang Pertanian Yohana Wonar, S.E.,dan juga Staf Bidang Peternakan Frengky Hehanusa dan para pengusaha telur lokal yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Petelur Biak Numfor, Kepala Distrik Biak Kota, serta perwakilan korban terdampak ledakan.***






