JAYAPURA – tabloidpapuabaru.com Pemerintah Provinsi Papua resmi membuka Festival Sagu di halaman Kantor Gubernur Papua, menandai komitmen serius dalam mengangkat komoditas pangan lokal ke panggung ekonomi yang lebih luas.

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua ARYOKO RUMAROPEN melalui prosesi pemukulan tifa bersama unsur Forkopimda, disusul peninjauan langsung ke berbagai stan pameran.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh delapan kabupaten di Papua, serta pelaku UMKM binaan perbankan di Kota Jayapura. Beragam olahan berbasis sagu dipamerkan, mulai dari tepung sagu, biskuit sagu, kue lontar, hingga produk kreatif seperti stik sagu dan kue tradisional khas Papua lainnya.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Wakil Gubernur Papua menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pemasaran produk sagu. Salah satu upaya yang akan ditempuh adalah penyusunan Peraturan Daerah (Perda) guna mendorong distribusi produk lokal ke pasar yang lebih luas, termasuk toko modern, supermarket, hingga sektor perhotelan.
“Ke depan, kami ingin produk sagu tidak hanya menjadi konsumsi lokal, tetapi mampu bersaing dan hadir di berbagai lini pasar modern. Ini bagian dari penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga simbol revitalisasi sagu sebagai pangan identitas masyarakat Papua. Pemerintah berharap, melalui kebijakan yang terarah dan dukungan lintas sektor, sagu dapat menjadi komoditas unggulan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya.
Dengan keragaman produk yang ditampilkan, Festival Sagu Papua menjadi bukti bahwa pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara inovatif dan berkelanjutan di tengah arus modernisasi ekonomi.ungkapnya (JK)





