JAYAPURA,-tabloidpapuabaru.com- Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat sekolah dasar Inpres Bhayangkara di Kota Jayapura menunjukkan kesiapan yang semakin matang, meski masih dihadapkan pada keterbatasan sarana. Hal ini disampaikan Kepala SD Negeri Inpres Bhayangkara, Kusmanto, S.Pd., M.Pd., dalam keterangannya kepada wartawan tabloidpapuabaru.com.
Sebanyak 37 siswa kelas VI di sekolah tersebut mengikuti agenda TKA yang merupakan bagian dari program evaluasi pendidikan berskala nasional. Pelaksanaan dilakukan dengan sistem bergelombang selama dua hari, menyesuaikan dengan kapasitas perangkat yang tersedia di sekolah.

Kusmanto menjelaskan, dukungan Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan telah memberikan dampak positif, khususnya dalam penyediaan perangkat seperti Chromebook dan akses internet.
Namun demikian, keterbatasan jumlah perangkat masih menjadi tantangan nyata di lapangan.
“Dalam satu sesi idealnya diikuti 20 siswa, sementara perangkat yang tersedia hanya 15 unit. Untuk mengatasi hal ini, guru dan tenaga kependidikan berinisiatif meminjamkan perangkat pribadi agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian tanpa kendala,” ujarnya.
Langkah tersebut, lanjut Kusmanto, dilakukan tanpa membebani orang tua siswa. Seluruh kebutuhan teknis pelaksanaan TKA ditanggung oleh pihak sekolah melalui kolaborasi internal tenaga pendidik.
Dari sisi kesiapan siswa, pihak sekolah mengaku optimistis. Pasalnya, pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah diterapkan secara rutin sejak kelas IV hingga kelas VI. Hal ini membuat siswa tidak canggung dalam menggunakan perangkat digital saat ujian berlangsung.

Selain itu, keterlibatan orang tua dan komite sekolah dinilai sangat signifikan. Sekolah secara aktif melakukan sosialisasi sejak awal, termasuk menggelar pertemuan, evaluasi bersama, hingga doa bersama menjelang pelaksanaan ujian.
“Antusiasme orang tua sangat tinggi.
Komunikasi yang terbangun juga berjalan baik, sehingga memberikan dukungan moral yang kuat bagi siswa,” tambahnya. Ke depan, Kusmanto yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD dan MI se-Kota Jayapura, berharap pemerintah daerah dapat lebih merata dalam memberikan dukungan sarana dan prasarana pendidikan.

Ia menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk dunia usaha.
“Pendidikan bermutu untuk semua harus diwujudkan dengan pemerataan fasilitas, termasuk ruang belajar, mobilitas, dan perangkat teknologi. Jangan sampai masih ada sekolah yang harus menumpang, karena itu berdampak langsung pada proses belajar siswa,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, pelaksanaan TKA di Kota Jayapura diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan dasar secara nasional. (JK)






