JAYAPURA-tabloidpapuabaru.com,- Pemerintah Kota Jayapura memperingati Hari Kartini ke-147 dengan penuh rasa syukur melalui kegiatan yang digelar di Aula Wali Kota Jayapura, Selasa (21/4). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Jayapura,
dengan melibatkan unsur pemerintah, organisasi perempuan, serta masyarakat, khususnya kaum perempuan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Jayapura, Betty.Anthoneta.Puy,SE.MPA
Kepada media tabloidpapuabaru.com menyampaikan Peringatan tahun ini mengangkat tema nasional “Mewujudkan Astacita Presiden melalui Seribu Profesi Perempuan dan Generasi Cerdas”, serta tema lokal Kota Jayapura “Memperkuat Peran Perempuan dalam Transformasi Digital dan Kedaulatan Siber Nasional.” Tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor, termasuk teknologi dan ruang digital yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda. Sementara itu, Wali Kota Jayapura berhalangan hadir karena agenda kedinasan di luar daerah. Meski demikian, antusiasme peserta, khususnya kaum perempuan, tetap tinggi sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan emansipasi yang telah diwariskan oleh R.A. Kartini.
Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menegaskan bahwa semangat perjuangan Kartini melalui karya legendarisnya, Habis Gelap Terbitlah Terang, harus terus menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini. Perempuan didorong untuk tidak lagi terbatas pada peran domestik, tetapi mampu berkembang di bidang pendidikan, ekonomi, hingga politik.
“Perempuan hari ini harus berani mengambil peluang. Pendidikan dan teknologi bukan lagi milik laki-laki semata. Perempuan Kota Jayapura harus menjadi bagian dari kemajuan itu,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Jayapura menghadirkan 25 perempuan inspiratif dari 39 kelurahan dan kampung. Mereka dinilai berhasil memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, mulai dari pelestarian budaya, perjuangan sebagai kepala keluarga tunggal, hingga keberhasilan menyekolahkan anak-anaknya dengan usaha mandiri seperti berdagang pinang.
Para perempuan inspiratif tersebut menerima bantuan sembako sebagai bentuk penghargaan simbolis atas dedikasi dan perjuangan mereka. Pemerintah berharap kisah mereka dapat menjadi motivasi bagi perempuan lain yang belum tersentuh program pemberdayaan.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya literasi digital bagi perempuan. Di era media sosial seperti Facebook, perempuan diingatkan untuk bijak dalam berkomunikasi dan bertanggung jawab terhadap konten yang dibagikan, mengingat adanya konsekuensi hukum dalam penggunaan ruang digital.
“Perempuan harus cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi. Tidak semua hal perlu dibagikan ke publik. Kita harus mampu membedakan mana yang layak konsumsi publik dan mana yang menjadi ranah pribadi,” tambahnya.
Lebih jauh, pemerintah mendorong perempuan untuk aktif berorganisasi dan terlibat dalam pembangunan, termasuk di dunia politik. Kehadiran perempuan dinilai penting untuk memperjuangkan kepentingan perempuan dan anak secara lebih menyeluruh.
Peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perempuan di Kota Jayapura tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai subjek pembangunan yang memiliki peran strategis. Dengan semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang,” perempuan diharapkan terus maju, berdaya, dan mampu bersaing secara sehat di berbagai bidang kehidupan, tuturnya.***





