JAYAPURA-tabloudpapuabaru.com,- Kongres Luar Biasa Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua yang digelar selama dua hari di Kantor Sinode, Kamis-Jumat (26-27/2), menandai babak baru konsolidasi organisasi kepemudaan gereja di wilayah Tanah Papua.
Forum yang dihadiri perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota ini tidak hanya membahas agenda internal organisasi, tetapi juga menegaskan arah strategis gerakan pemuda gereja dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan politik di daerah.

Ketua Karateker DPC FGM GKI Kabupaten Biak Numfor, Terianus Sroyer, yang ditunjuk langsung oleh pimpinan umum, menyampaikan apresiasi kepada Badan Pekerja Sinode atas perhatian serius terhadap pembinaan generasi muda melalui FGM.
“Kami bersyukur karena FGM telah terbentuk hampir di seluruh wilayah pelayanan GKI di Tanah Papua. Ini bukti bahwa gereja memberi ruang bagi pemuda untuk bertumbuh dan berkontribusi,” ujarnya.

Disebutkan dari Biak Numfor, hadir tujuh delegasi, terdiri dari lima pengurus dan dua anggota Dewan Kurator dan telah mengikuti seluruh rangkaian sidang.
Tery menyebutka bahwa Agenda utama kongres meliputi pembahasan program kerja strategis serta revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) guna memperkuat tata kelola organisasi secara berkelanjutan.

Kongres ini juga menurut Sroyer telah menetapkan Ketua Umum FGM GKI di Tanah Papua yaitu ibu penatua Petronela Krenak.
Dengan demikia dengan adanya Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu mengonsolidasikan seluruh potensi pemuda gereja dan memperluas jejaring kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta elemen masyarakat sipil.
Lebih jauh Terianus Sroyer menegaskan bahwa sepulang dari forum tersebut pihaknya akan lakukan konsolidasi pemuda GKI tingkat Klasis hingga jemaat-jemaat di Kabupaten Biak Numfor.
Selanjutnya menggelar musyawarah cabang untuk memilih kepengurusan definitif masa bakti 2026–2031 di tingkat kabupaten.
Dalam perspektif yang lebih luas, FGM dipandang bukan sekadar organisasi pelayanan internal gereja. Wadah ini diharapkan melahirkan kader-kader muda yang siap terjun ke ruang publik baik di bidang politik, kewirausahaan, maupun pembangunan sosial-tanpa meninggalkan nilai-nilai iman dan integritas.
Kongres Luar Biasa ini menjadi momentum strategis bagi FGM GKI di Tanah Papua untuk mempertegas identitasnya sebagai organisasi sayap gereja yang progresif, adaptif, dan relevan dengan dinamika pembangunan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.(JK)***






