JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Papua, Jan Christian Arebo, SH, MH angkat bicara, menyikapi pernyataan dari mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menyudutkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Dengan menyebutkan Kapolri menentang presiden.
Jan Christian Arebo, SH, MH dalam keterangan Pers kepada Wartawan di Jayapura Sabtu, (30/1/2026) menilai bahwa mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai pejabat public tidak pantas menyampaikan pernyataan seperti itu.
“saya menilai mantan Panglima TNI pak Gatot Nurmantyo itu menyampaikan propaganda dengan menafsirkan frasa “sampai titik darah penghabisan untuk membawa Polri tetap dibawah presiden” yang disampaikan Kapolri di Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu dan itu menurut kami hal yang keliru,” tegasnya.
Diselaskan bahwa pernyataan dari mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sengaja membangun opini negative tentang polri bahwa kapolri menentang presiden. Hal ini menciptakan opini negative terhadap kapolri dan terkesan ingin membenturkan kapolri dengan presiden.
“kami menilai pak Gatoto Nurmatyo memainkan propaganda seakan-akan bapak kapolri ini membangkang (tidak mau menurut perintah) terhadap perintah presiden, inikan cara-cara yang kurang bagus. Untuk itu saya meminta bapak Gatot Nurmantyo segerah mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan bapak kapolri membangkang terhadap presiden.” Ungkap Jan Christian dengan nada serius.
Ia menjelaskan bahwa mestinya sebagai pejabat negara hal itu tidak pantas dan tidak etis dipublis ke public. Karena nantinya membuat institusi polri menjadi preseden buruk dan merusak institusi polri sehingga sekali lagi dengan tegas saya meminta bapak Gatot Nurmantyo untuk segera menarik ucapannya.
Lebih jauh Jan Christian Arebo, yang juga adalah Ketua Pemuda Adat Papua itu mengatakan mestinya sebagai warga negara yang baik memberikan dukungan kepada Polri untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak presiden.
“ kita tau bahwa kepolisian dibawah era kepemimpinan jenderal Listyo Sigit Prabowo membuat perubahan perubahan yang baik dan baru. Bahkan untuk mendukung program-program strategis nasional itu polri menjadi yang terdepan. Misalnya ; Mendukung program, swasembada pangan, mendukung Astacita, mendukung MBG, mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ini semua bahwa polri yang terdepan artinya bahwa bapak kapolri sangat loyal terhadap presiden,” paparnya.
Hal itu juga sudah dibuktikan dengan pernyataan ketua komisi tiga DPR RI Habiburokhman agar tidak mencampur adukkan persolana ini. Yang sudah ada saat ini itu yang harus didukung. Jangan segelintir mantan pejabat purnawirawan TNI/Polri berupaya membangun narasi-narasi negative yang terkesan membenturkan Kapolri dan Presiden. Ini yang harus kita pahami bersama sehingga tidak memandang negative polri saat ini.
“sudalah soal reformasi sudah selesai, dan sudah diputuskan dalam sidang komisi tiga DPR RI bahwa Polri tetap dibawah presiden, jadi tidak perlu lagi ada opini-opini yang dibangun untuk menjelek-jelekkan polri, menyududkan Polri,”tutup Jan Chris Arebo dalam keterangan Persnya. (Redaksi)*






