JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Setelah Dideklarasikannya Jaringan Komunikasi Oikumene Papua (Jakop) pada Kamis 27 November lalu, kini Jakop mulai bergerak maju melakukan sosialisasi dan konsolidasi.
Salah satu kegiatan awal adalah menggelar Diskusi Panel dengan tema ; “Mengusahakan Perdamaian dan Kesejahteraan Lintas Generasi dalam Semangat Oikumene untuk Papua, Indonesia dan Dunia” menghadirkan dua nara sumber berpengaruh, Pdt. Fredy Toam, M.Si dan Pdt.Dominggus Noya, SE, M.Th.

Diskusi Panel itu berlangsung cukup alot, berbagai persoalan yang menjadi isu-isu strategis Papua dibahas oleh peserta dari kalangan tokoh gereja , akademisi, perwakilan adat, perempuan, mahasiswa dan masyarakat.
Pemateri Pdt.Fredy Toam pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya diskusi Panel yang digelar oleh Jakop. Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk kebaikan warga gereja dan kesejahteraan masyarakat di Papua.
Pdt.Fredy Toam menekankan pentingnya kerendahan hati dan mengampuni sebagaimana apa yang Yesus ajarkan.

“sesuai tema mengusahakan perdamaian berarti orang Kristen ingat bahwa “dendam” itu bukan sesuatu yang dipelihara, karena Yesus mengajarkan orang Kristen untuk mengampuni maka hati damai dan tentram,” seperti doa bapa kami yang diajarkan, “ ampunilah kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami,”

Kepada wartawan Pdt.Fredy Toam berharap apa yang menjadi visi misi Jakop dilaksanakan dengan baik sehingga membawa hormat bagi nama Tuhan.
Pada kesempatan itu, Kordinator Jakop Papua , Pdt. Nabot Manufandu, S.Th, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah menyampaikan materi dan juga kepada semua peserta yang hadir.

Pdt. Nabot Manufandu menympulkan diskusi panel diantaranya pertma; menjadikan nilai-nilai Injil sebagai dasar moral dalam setiap aktivitas pelayanan dan jaringan, kedua; memperkuat ikatan Oikumene , ketiga; menanamkan nilai-nilai cinta kasih, persaudaraan, keempat; memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan Pembangunan di tanah Papua melalui sumbangsih pikiran dan perbuatan, lima; mendorong kerja-kerja kolaboratif dengan pemerintah pusat dan daerah diberbagai bidang untuk kesejahteraan umat gereja dan masyarakat Papua menuju Indonesia Emas 2045.
Pdt. Nabot Manufandu berharap Jakop terus melangkah bekerja sesuai visi dan misinya demi untuk kepentingan banyak orang. ***






