JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com, – Kepala Suku Masyarakat Pegunungan Tengah Papua Kota Jayapura wilayah Distrik Jayapura Selatan, Bani Tabuni menegaskan bahwa tidak boleh mengatasnamakan masyarakat gunung di Kota Jayapura untuk mendukung calon gubernur BTM-CK, sebab di kota Jayapura ada orang tua yang atur semua aktivitas hidup dan mati, jadi jangan buat gerakan tambahan.
” Kami Kepala suku Pegunungan di Kota Jayapura dan para orang-orang tua adat pegunungan tidak hadir di acara bakar batu atau deklarasi yang digelar oleh calon gubernur Papua BTM-CK beberapa waktu lalu di lapangan karang PTC, kami masyarakat Pegunungan jelas menganut sistem satu komando dengar kepala suku dan itu budaya kami, sehingga kalau ada orang-orang yang masuk mengatasnamakan masyarakat gunung di Kota Jayapura, maka kami sampaikan dengan tegas bahwa kami tidak tau itu, mungkin mereka cari ongkos gula kopi, dan juga jangan bakar ayam berapa ekor lalu bilang bakar batu, ” Tegas Bani kepada media Online ini di Kota Jayapura Jumat 6 Juni 2025.
Lebih jauh Bani Tabuni menegaskan bahwa siapapun dia yang mengatas namakan masyarakat gunung di kota Jayapura harus bertanggungjawab, jangan buat gaduh dan aneh-aneh , sebab selama ini kepala suku dan para orang tua adat dari wilayah Pegunungan yang hidup di Kota Jayapura menjaga komunikasi, kamtibmas dengan baik dan kepala suku bertanggungjawab atas kehidupan masyarakat Pegunungan di kota Jayapura. ” Pungkasnya.
Ia mencontohkan kalau ada masalah di Kota Jayapura ini, dirinyalah yang turun untuk menyelesaikan baik ke pihak kepolisian, pemerintah dan sebagainya dan semua orang tau itu. ” terangnya.
Termasuk masalah kematian yang dialami oleh masyarakat Pegunungan di Kota Jayapura. Kalau ada jenasah yang akan dikirim ke kampung halaman tidak ada seorangpun pemimpin di provinsi ini yang peduli dan membantu untuk pulangkan jenazah ke kampung halaman, untuk itu penegasan kepala suku kepada seluruh masyarakat Pegunungan di Jayapura agar tidak salah pilih pemimpin. “Pungkasnya.
” sekali lagi saya tegaskan bahwa kami tidak tau kegiatan itu, saya sendiri tidak tau, masyarakat saya mulai dari angkasa Distrik Jayapura utara, Japsel, muara tami, Abepura dan Heram tidak hadir, karena tidak ada perintah atau komando dari kepala suku. Jadi jangan bawa-bawa nama masyarakat Pegunungan di kita Jayapura, karena status mu apa, ?? Kalau terjadi persoalan di kota ini kamu bisa bertanggungjawab ka,” tanya Bani tegas.***






