JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Organ aktifis Garuda Nusantara adalah wadah gerakan aktifis dan masyarakat akar rumput yang berjuang untuk mengendors calon gubernur Papua nomor urut 01 BTM pada pilkada 27 November 2024 lalu. Organ ini sangat masif dalam kerja-kerja politiknya dalam menggerakan masa mendukung 01 BTM, karena dibelakangnya ada seorang tokoh Golkar yang berada dibalik gerakan Garuda Nusantara.
Tokoh tersebut adalah Willem Frans Ansanay yang juga adalah Ketua DPP BARA JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden / Barisan Relawan Jalan Perubahan). Awalnya tokoh fenomenal ini sangat konsisten mendukung Garuda Nusantara untuk perjuangan Cagub Papua 01, namun belakangan diketahui tokoh tersebut menarik diri bersama Bara Jp. Alasannya karena Pembina Utama DPP Bara Jp, Bapa Jokowi Presiden ke-7 RI dan keluarganya selalu dicaci maki, dituduh secara membabi buta, dibuli oleh kader-kader PDIP seolah-olah Jokowi melakukan banyak sekali pelanggaran konstitusi atau gagal membangun bangsa Indonesia.
Mereka lupa kalau Bapak Jokowi telah membuat PDIP mengalami kejayaan dua periode selama pemerintahan Jokowi.
WFA atau Willem Frans Ansanay seorang aktifis yang bertangan dingin mengelolah gerakan relawannya memenangkan pemilu gubernur tanggal 27 November 2024 untuk 01. Kemenangan 01 yang kemudian dibatalkan oleh putusan MK karena tersandung hukum yaitu duplikasi SUKET an. Cawagub Yeremias Bisay.
Saat dihubungi wartawan media ini Rabu 2 April 2025, menanyakan apakah WFA masih sebagai Pembina Garuda Nusantara..? WFA menjelaskan bahwa posisinya masih sebagai pembina dan masih membantu biaya operasional lewat ketua provinsi Heiner Lery Marandof.
Kemudian ditanya lagi apakah GN akan mengikuti jejak WFA bergeser ke paslon 02 MARI-YO ..? WFA menjawab lagi bahwa, karena belum ada kejelasan perjuangan Garuda Nusantara kedepan seperti apa,, dari hasil kordinasi dengan Ketua GN Papua Heiner Lery Marandof beliau sampaikan bahwa akan berbalik arah mengikuti arahan WFA sebagai pembina GN.
Tetapi sampai saat ini Ketua GN Papua tidak berkordinasi dengan WFA sementara disisi lain mereka masih menerima kehadiran 01 BTM dalam pertemuan tanggal 28 Maret 2025 di kediaman ketua GN Heiner Leri Marandof di Yoka, maka akan dipertimbangakan langkah selanjutnya seperti apa,” terang WFA.
WFA menuturkan jika nanti ketua GN tidak kordinasi dan tidak menghubunginya, maka aktifitas GN akan diteruskan dengan menunjuk ketua yang baru agar perjuangan GN dapat dilanjutkan sesuai dengan semangat kuningnya yang pernah mendukung 01 akan kembali mendukung rekomendasi Partai Golkar yang mengusung MARI-YO sebagai Cagub dan Cawagub Prov Papua pada PSU Pilkada Provinsi Papua tgl 6 Agustus 2025 yang akan datang.
Saat ditanya adakah hal lain yang juga membuat WFA tarik diri dari BTM, dengan tegas WFA menyampaikan bahwa hal paling mendasar dan utama adalah terlalu masif kader-kader PDIP menyerang Jokowi dan keluarganya. Pa Jokowi sebagai pembina utama Bara Jp. wajib kami bela, itu sudah merupakan keputusan DPP BARA JP.
Kalau mengenai hal lain yang turut mendukung saya kira tidak ada. Jadi jika ada informasi sampai ke saya bahwa saya mundur karena tidak diakomodir sebagai wagub BTM, saya mau sampaikan hal tersebut sangat tidak benar, karena sejak awal saya sudah diajak BTM tapi saya menolak (bukti WA masih tersimpan di Hp saya).
Saya juga sudah menyampaikan siapa pun pengganti YB wakilnya saya mendukung. Saya sudah sampaikan di media online. Jadi tentang pengganti YB pemahaman saya pasti BTM mengambil wakil dari Kepulauan Yapen karena YB asalnya dari Yapen (beritanya masih tersimpan di arsip saya). Ini pula yang menambah kekecewaan saya.
Ada berita miring ke saya bahwa mundurnya Bara Jp tidak ada pengaruh ke BTM, saya tegaskan efek Jokowi yang kuat telah menghantar putaran pertama untuk kemenangan BTM. Begitu masyarakat tahu BARA Jp tidak mendukung BTM lagi karena Jokowi dizolimi atau dibuli terus oleh kader-kader PDIP ada kemarahan pada masyarakat yang masih mencintai Presiden Ke-7 RI Pa Jokowi. Saat konsolidasi ulang untuk dukung MARIYO masyarakat setuju dan minta disiapkan APK supaya pergerakan dukungan kepada MARIYO akan dilakukan seperti dulu kepada BTM-YB. Jadi Bara Jp, Garuda Nusantara, Relawan Gibran Nusantara serta DEPIDAR SOKSI Papua akan bergerak secara masif untuk memenangkan MARIYO sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua.
Ada hal lain yang ingin saya sampaikan juga bahwa dalam PSU Gubernur Provinsi Papua isu Tabi Saireri tidak relevan lagi karena tidak dijamin UU OTSUS perubahan No. 1 tahun 2021. Kita harus sadari bahwa isu kesukuan berbasis wilayah adat sangat primordial yang akan menimbulkan ego sentris suku yang satu atas suku yang lain. permusuhan antar suku akan terus terjadi dan merusak kelangsungan hidup kebersamaan suku-suku OAP disetiap wilayah adat pada umumnya dan khususnya di Provinsi Papua.
Artinya adaministrasi pemerintahan tidak boleh membatasi kehidupan keberagaman adat istiadat dan pergaulan adat OAP diseluruh Wilayah Tanah Papua. Tegasnya begini bahwa siapa saja sebagai OAP bisa menjadi Gubernur di wilayah adat mana saja di enam provinsi di Tanah Papua.
Sementara itu saat ditanya peluang MDF-AR bisa menang sebagai gubernur dan wakil gubernur Papua..,? WFA mengatakan pasca kepusan MK untuk Pemilu Suara Ulang atau PSU itu merupakan gejala bahwa MDF-AR atau MARI-YO akan memenangkan PSU.
Alasannya sederhana yaitu:
1. Pencoblosan tgl 27 November 2024 itu kepentingannya para kandidat gub dan bupati wali kota saling tumpang tindih, tidak linier, semua pilkada kabupaten kota kepentingannya sendiri-sendiri hanya untuk kepentingan masing-masing, tidak fokus ke siapa gubernurnya tetapi saat ini untuk PSU kepentingannya satu saja yaitu cagub provinsi.
2. Semua parpol mengusung dan pendukung 02 sudah terkonsentrasi fokus pada satu pilkada yaitu memenangkan Cagub Cawagub MARI-YO.
3. Catatan saya yang lain adalah Bupati dan Wali Kota dari PG ada lima, Bupati dari Partai Demokrat ada dua sudah 7 dari parpol pengusung dan ada satu bupati diluar PG dan PD sudah terkoneksi. Ada 8 kepala daerah dan 16 parpol serta sejumlam relawan ditambah dengan doa-doa dari umat Kristiani pendukung Mariyo serta umat beragama yang lain.
4. Mengenai Relawan saat dikonfirmasi, sedang berbenah diri dan akan terus bergerak membangun infrastrukturnya sampai ke kampung-kampung di semua wilayah kabupaten kota di provinsi Papua.” Demikian penjelasan WFA.***






