JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com- Menjelang Hari Pekabaran Injil ke-115 di Tanah Tabi di Pulau Metu Debi, Kampung Engros yang akan digelar pada 10 Maret 2025, Anggota DPR Papua, Albert Meraudje turun langsung memantau persiapan acara.
Meraudje menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung agar ibadah syukur berjalan lancar.
“Tadi pagi pukul 07.00 WIT, saya sudah berada di lokasi untuk mengecek langsung persiapan. Salah satu tantangan terbesar adalah kondisi Pulau Metu Debi yang kerap terendam air saat pasang. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menimbun pasir di pulau tersebut agar area ibadah tidak tergenang air saat perayaan nanti,” Ucap Meraudje, Selasa (4/3/2025).
Ia menjelaskan, penimbunan pasir harus segera dilakukan saat air laut surut. Setelah pulau aman dari genangan, persiapan infrastruktur lain seperti tenda, panggung, MCK (Mandi, Cuci, Kakus), dan pasokan air bersih dapat disiapkan.
“Kami berharap semua persiapan ini bisa rampung maksimal pada H-2, yaitu Sabtu (8/3/2025), sehingga jemaat yang datang bisa beribadah dengan nyaman,” tambahnya.
Meraudje juga mengingatkan panitia untuk mengantisipasi jumlah jemaat yang diperkirakan mencapai 5.000 orang, sementara kapasitas Pulau Metu Debi hanya mampu menampung 500 hingga 1.000 orang.
“Kami sudah menyiapkan Tanjung Ciberi sebagai lokasi alternatif. Jika pulau sudah penuh, jemaat bisa beribadah di Tanjung Ciberi dengan mendengarkan siaran langsung melalui pengeras suara,” Ungkapnya.
Perayaan Pekabaran Injil di Tanah Tabi ini digelar setiap 5 tahun sekali dan menarik perhatian jemaat dari berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Sarmi, Mamberamo, Jayapura, Keerom, dan Kota Jayapura. Meraudje menyebut, pentingnya pembelajaran dari peristiwa serupa di Mansinam pada 5 Februari lalu, di mana antusiasme jemaat sempat menimbulkan kepadatan yang tidak terkelola dengan baik.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Oleh karena itu, persiapan harus matang, termasuk penyediaan fasilitas MCK dan air bersih yang memadai. Saat ini, persiapan baru mencapai 60-70%. Masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan, seperti koneksi air bersih dari PDAM dan pembangunan MCK yang memenuhi standar,” ujarnya.
Meraudje juga menyoroti pentingnya pembebasan lahan di sekitar tugu Pekabaran Injil di Pulau Metu Debi.
“Saya berharap Pemerintah Kota Jayapura dan gereja-gereja di Klasis Port Numbay bisa duduk bersama untuk membebaskan lahan tersebut. Setelah lahan dibebaskan, kita bisa membangun talud dan menimbun pulau secara permanen agar tidak lagi tergenang air saat pasang,” paparnya.
Ia menambahkan, pembebasan lahan dan pembangunan talud membutuhkan anggaran khusus dari pemerintah.
“Ini adalah situs sejarah penting bagi masyarakat Papua. Kita harus memastikan bahwa lokasi ini layak digunakan untuk ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya di masa depan,” tegasnya.
Meraudje juga mengapresiasi dukungan masyarakat setempat yang telah bersedia membantu menimbun pasir sementara.
“Mereka sudah siap dan setuju dengan rencana pembebasan lahan. Sekarang tinggal menunggu komitmen dari Pemerintah Kota Jayapura untuk menyiapkan anggaran dan tindak lanjutnya,” ujarnya.
Meraudje berharap Walikota Jayapura yang baru, Bapak Abisai Rolo, dapat turun langsung ke lokasi untuk memastikan semua persiapan berjalan sesuai rencana.
“Kami berharap Bapak Walikota bisa peduli terhadap situs bersejarah ini dan memastikan bahwa perayaan Pekabaran Injil tahun ini berjalan lancar, aman, dan tertib,”tutupnya.(Redaksi)






