JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com-Perolehan suara yang diraih Pasangan Calon (Paslon) Nomor 4 Willem Wandik-Yotam Wonda (WIL-YON) pada 27 November 2024, adalah bukti nyata dari suara rakyat Tolikara.
Hal ini disampaikan oleh Tim Pemenangan Paslon Nomor 4 Willem Wandik-Yotam Wonda (WIL-YON), menyusul adanya polemik rekapitulasi suara di enam distrik yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Sesuai dengan jadwal nasional KPUD Kabupaten Tolikara telah melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten pada 1-6 Januari, tetapi ada sejumlah distrik yang belum pleno sehingga waktu diperpanjang sampai dengan tanggal 16,” Ucap Rusli Wandik, Juru Kampanye Wilyon didampingi tim pemenangan WIL-YON di Jayapura, Senin (6/1/25).


Dari total 46 distrik di Tolikara, 6 distrik tidak dapat mengikuti pleno tingkat kabupaten karena Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dikarantina oleh tim dan paslon lain. Akibatnya, suara dari enam distrik tersebut dinyatakan TMS.
Tim Relawan Milenial Willem Wandik-Yotam Wonda (WIL-YON) membantah klaim tim pemenangan paslon 1,2 dan 3 yang menyebut enam distrik tersebut sebagai basis mereka.

“Kami memiliki data bahwa tidak dilakukannya rekap pada aplikasi Sirekap dan pleno kabupaten murni karena kelalaian PPD akibat intervensi pasangan calon 1,2 dan 3,” tegas Rusli.
Menurutnya, masyarakat di 6 distrik tersebut sebenarnya telah memberikan suara kepada seluruh paslon. Namun, PPD sebagai penyelenggara diduga melakukan pengalihan suara ke salah satu calon, sehingga masyarakat mengawal ketat proses pleno hingga batas waktu berakhir.


“Ini adalah fakta yang terjadi dalam pemilihan 27 November 2024. PPD benar-benar bersikap sebagai tim sukses untuk mengalihkan suara ke paslon 1,2 dan 3,” bebernya.
Selanjutnya Rusli menjelaskan, bahwa dari 6 distrik untuk perolehan suara keempat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolikara semua mendapat suara, diantaranya distrik Aweku untuk paslon nomor 1 mendapatkan suara 0, paslon 2 mendapatkan 1.000 suara, paslon 3 mendapat 1.000 suara, aslon 4 mendapatkan 1.075 suara.
Kemudian di distrik Nunggawi paslon nomor 1 dengan perolehan suara 4.095, paslon 2 mendapat 2.301 suara, paslon 3 mendapatkan 2.114 suara dan paslon 4 mendapatkan 4.270 suara.
Distrik Wugi paslon 1 mendapatkan 1.038 suara, paslon 2 mendapatkan 1.038 suara, paslon 3 mendapatkan 1.038 suara dan paslon 4 mendapat 1.038 suara.
“Itu yang sudah melakukan pleno di tingkat TPS dan distrik tetapi saat mau rekap diaplikasi si rekap PPD-nya langsung klaim, mau kasih untuk paslon tertentu, untuk itu saksi bersikap agar tidak boleh terjadi karena perolehan suara di lapangan itu semua masing-masing mendapat suara,”jelasnya
Selanjutnya untuk distrik Kembu kotak suara tidak keluar di TPS masing-masing, tetapi kotak suara ditahan di rumah Kepala Distrik, sampai melakukan rekap di tingkat distrik dan tidak sampai melakukan pleno di tingkat distrik.
“Kemudian Distrik Airgaram pada tanggal 27 masyarakat sudah melakukan komitmen bersama bahwa untuk suara provinsi bungkus Pasang nomor 1 atas nama John Tabo dan Ones Pahabol, untuk Kabupaten mereka tidak membagi-bagi suara atau tidak melakukan komitmen bersama mereka sepakat supaya dimana paslon tertentu yang nanti suaranya unggul kami akan dongkrak ke situ supaya 5 tahun kedepan nasib kami tidak hancur tetapi kami punya harapan,”ungkapnya
Distrik Yuneri untuk paslon 1 mendapatkan suara 1028, paslon 2 mendapatkan suara 1028 paslon 3 mendapatkan suara 1028 sementara paslon 4 mendapatkan suara 4916
Distrik Gilubandu paslon 1 mendapatkan suara 2.674, paslon 2 mendapat 125 suara paslon 3 mendapat 1.124 suara dan paslon 4 mendpaat 238 suara.
Sementara itu, Ketua Relawan Milenial Pasangan Calon Nomor 4, Muru Wonda, memberikan apresiasi kepada KPU Tolikara atas keberhasilan menyelenggarakan Pilkada 2024 yang aman dan damai.
“KPU Tolikara telah bekerja secara profesional dalam menyukseskan pilkada. Sesuai PKPU 18 Tahun 2024, komisioner telah berhasil meminimalisir potensi masalah di 46 distrik pemilihan,” Ucapnya
Menurutnya, meskipun terjadi beberapa gesekan antar pendukung paslon, KPU mampu menangani setiap persoalan dengan baik. Hal ini berbeda dengan pilkada sebelumnya yang kerap diwarnai konflik horizontal antar pasangan calon.
“Pilkada tahun 2024 ini merupakan pilkada yang bersih dan berwibawa. Masyarakat Tolikara sangat antusias menggunakan hak pilihnya untuk memilih pasangan calon nomor urut 1 hingga 4,” jelasnya.
Wakil Ketua Tim Pemenangan Paslon 4, Namanton Gurik, menghimbau seluruh pendukung Willem Wandik-Yotam Wonda untuk tetap tenang menjelang proses gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kami meminta koordinator dapil, tim distrik, dan tim tingkat kampung untuk tidak terprovokasi oleh media sosial dan hasutan dalam bentuk apapun dari tim pendukung paslon lain,” ujar Gurik.
Tim Relawan Milenial WIL-YON juga memberikan apresiasi terhadap kinerja KPU Kabupaten Tolikara yang dinilai penuh tanggung jawab, unity, dan harmonis dalam menjalankan tugasnya.
“KPU Kabupaten Tolikara menjadi perhatian KPU RI karena keberhasilan pelaksanaan Pilkada kali ini. Berbeda dengan Pilkada sebelumnya yang diwarnai konflik, kehadiran empat anggota komisioner KPU memberikan dampak positif kepada seluruh elemen masyarakat Tolikara,” jelasnya.
Gurik menambahkan, pelaksanaan Pilkada yang aman, tertib, dan damai ini merupakan bukti bahwa KPU telah menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan dan petunjuk teknis yang berlaku.
“Kondisi Tolikara saat ini aman dan damai. Seluruh masyarakat Tolikara mengapresiasi dan mendukung kinerja KPU,” Tutupnya.(YY)






