SENTANI, tabloidpapuabaru.com,- Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.IK., M.H. menyebutkan setelah 1 bulan lebih peristiwa kebakaran empat (4) kantor yang terdapat dalam satu gedung di Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Sentani, Kabupaten Jayapura, akhirnya Polres Jayapura menerima hasilnya dari Tim Labfor Polda Papua.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Labfor tersebut, penyebab dari terbakarnya empat kantor di Kantor Bupati Jayapura adalah sampel yang diambil atau diteliti dari sisa-sisa kebakaran adalah abu arang itu negatif dari bahan-bahan bakar hidrokarbon maupun pelarut yang mudah menyala (terbakar).
“Terkait dengan hasil Labfor dari kebakaran empat kantor di Kantor Bupati Jayapura, itu kemarin kita sudah dapat (ambil). Jadi, hasil kesimpulan yang disampaikan oleh tim Labfor itu, dari abu yang diteliti itu negatif dari bahan-bahan bakar hidrokarbon maupun pelarut yang mudah menyala,” kata Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.IK., M.H., ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Kamis, 28 September 2023.
Artinya, tidak ada unsur lain dalam peristiwa kebakaran tersebut, yang mudah terbakar. “Ini menjadi pekerjaan kami bagaimana harus bisa menyelidiki terkait dengan sumber api itu sendiri. Karena dari hasil Labfor sendiri menyatakan, bahwa tidak ada unsur lain. Hidrokarbon atau pelarut maupun cairan lain yang mudah terbakar. Misalnya, mungkin ada bensin atau bahan bakar lain yang mudah terbakar,” kata AKBP Fredrickus Maclarimboen.
“Nah, itu yang memang menjadi hasil daripada abu yang diambil oleh tim Labfor. Inilah juga yang menjadi pekerjaan berat kita, untuk bisa bagaimana menyelidiki terkait dengan sumber api dan penyebab api itu sendiri,” sambungnya.
Karena di titik awal api, katanya, sesuai dengan keterangan itu. Bahwa, terdapat banyak benda-benda yang mudah terbakar seperti kertas. “Dan, itu yang memang harus kita teliti. Makanya, nanti kita akan mengecek kembali struktur daripada lokasi kebakaran, titik api, itu aksesnya bagaimana. Mungkin ini sementara yang bisa kita sampaikan terkait dengan hasil labfor yang telah kami terima dari tim Labfor Polda Papua,” tukasnya. (ewako)**






