JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Bertempat di Gedung Gereja GKI Pniel Kotaraja Jumat, 7 April 2023, Seluruh Warga jemaat GKI Pniel Kotaraja, dari Rayon I sampai dengan Rayon XVI melaksanakan Ibadah Jumat Agung dengan penuh suka cita. Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. J. Wutoy Halatu dengan sorotan tema sentral, “Kematian Yang Menyelamatkan”.
Dalam Khotbahnya yang tersirat dalam kitab perjanjian baru Yohanes 19 : 16b – 42 dengan perikop “Yesus Disalibkan”. Pdt. J. Wutoy Halatu mengajak warga jemaat belajar dari teks injil Yohanes tentang apa yang diperbuat Yesus dalam penyaliban dan kematianNya bagi manusia.

Dijelaskan pada ayat 17 Yesus memikul salibnya dan pergi ke Golgota artinya Yesus pikul tanggungjawabnya atas hidup manusia, Yesus peduli kepada manusi sehingga Dia mengambil salib kita dan memikul , mengambil hukuman kita dan menanggungnya.
Kemudian disalib itu, Yesus memperingatkan kepada kita bahwa Dia sayang kita, Dia mengasihi kita dan Yesus mempedulikan kita.” Uangkap Pdt. J. Wutoy Halatu yang juga adalah Ketua Majelis Jemaat GKI Pniel Kotaraja.
Untuk itu Pdt. J. Wutoy Halatu menyebutkan bahwa, ada dua makna penting kematian Yesus di kayu salib pada perayaan Jumat Agung tahun 2023 ini bagi seluruh umat, pertama adalah; Salib melambangkan tangungjawab, kepedulian dan pertolongan itulah yang telah dibuat Yesus untuk kita.
Karena itu, kita dipanggil untuk bertanggungjawab juga kepada kesusahan orang lain, peduli terhadap masalah-masalah sesama dan rela berkorban bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan, itulah makna Yesus mati bagi kita.
Makna yang kedua adalah; kita percaya bahwa Yesus telah mati untuk kita, oleh karena itu hal itu harus nyata dalam tindakan dan karakter hidup kita. Dengan memaknai tujuh perkataan Yesus disalib yaitu; misi hidup kita adalah untuk mengampuni, hidup untuk bela kebenaran, hidup saling menerima seorang akan yang lain, mengutamakan Tuhan dalam hidup, selalu rindu mendengar firman Tuhan, mengerjakan pekerjaan pelayanan dengan baik hingga selesai, dan yang terakhir selalu menyerahkan diri dan hidup dalam pimpinan Tuhan.
Diketahui bahwa dalam laporan Warta Jemaat yang dibacakan oleh Pnt.Kristina Luluporo/Mano bahwa, Ibadah Perjamuan kudus pertama akan dilaksaakan pada jam 13.00 ( jam 1 siang) dan ibadah perjamuan kudus kedua dilaksanakan pada jam 16.00 Wit ( jam 4 sore).
Untuk warga Jemaat yang sakit atau lanjut Usia (Lansia) akan dilayani oleh majelis jemaat di lingkungan masing-masing. Sementara untuk baptisan kudus akan dilaksanakan pada Ibadah Paskah ke dua, Senin 10 April 2023. Sementara pawai Obor Paskah akan dilaksanakan pada hari minggu 9 April 2023 jam 03.00 subuh. (Redaksi)**






