JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,– Ketua Panitia Kongres Luar Biasa (KLB) Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua, Edy Sekenyap, S.Th, menegaskan bahwa pelaksanaan KLB menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus mengkonsolidasi kembali kepengurusan Badan Pengurus Pusat (BPP) FGM GKI yang telah vakum selama 11 tahun.

Kepada wartawan Papuabaru.com, Edy menjelaskan bahwa KLB ini dihadiri perwakilan dari enam provinsi di Tanah Papua, mencakup unsur BPP, DPC, dan DPW. Namun dalam forum tersebut, peserta hanya memilih Ketua FGM GKI di Tanah Papua. Sementara struktur lainnya seperti sekretaris, wakil ketua, dan bendahara akan disusun langsung oleh ketua terpilih.
“Dalam KLB ini kita hanya memilih ketua. Struktur kepengurusan sepenuhnya menjadi kewenangan ketua terpilih untuk menyusunnya,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Penatua Nela Krenat terpilih sebagai Ketua FGM GKI di Tanah Papua untuk periode 2026–2031. Terpilihnya Nela Krenat menandai sejarah baru, karena untuk pertama kalinya FGM GKI di Tanah Papua dipimpin oleh seorang perempuan Papua. Panitia berharap kepemimpinan baru ini mampu menghidupkan kembali roda organisasi yang sempat terhenti lebih dari satu dekade.
“Kami berharap dengan kepemimpinan Ibu Penatua Nela Krenat, FGM GKI dapat bangkit, maju, dan berjalan lebih terarah. Ini periode lima tahun pertama yang dipimpin perempuan Papua, sebuah tonggak penting dalam sejarah pelayanan generasi muda GKI di Tanah Papua,” tutup Edy. (JK)






