• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Rabu, Januari 21, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home DAERAH

Pemkab Jayapua Surati Pemprov Papua dan Pempus untuk Selesaikan Lahan Jalan Alternatif

by
3 September 2021
in DAERAH
0
Pemkab Jayapua Surati Pemprov Papua dan Pempus untuk Selesaikan Lahan Jalan Alternatif

Suasana pertemuan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dengan masyarakat adat Kampung Ifar Besar, di lokasi pemalangan jalan alternatif, Jumat (3/9/2021)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SENTANI, TABLOID PAPUA BARU,-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapua sudah menyurat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Pemerintah Pusat untuk membantu menyelesaikan terkait lahan yang dipakai untuk membangun jalan alternatif Telaga Ria menuju Yabaso.

Menyurat Pemprov Papua dan Pemerintah Pusat, adalah untuk membahas penyelesaian tuntutan masyarakat adat Kampung Ifar Besar atas lahan yang dibangun jalan alternatif, Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, sepanjang 8 kilometer.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, usai menemui masyarakat adat Kampung Ifar Besar, di lokasi pembangunan jalan alternatif, di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/9/2021) sore.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengatakan masyarakat adat ada sedikit lakukan pemalangan di lokasi ini, mungkin mereka perlu informasi dan penjelasan langsung. Karena selama ini mungkin ada komunikasi-komunikasi yang belum tepat.

“Oleh karena itu, saya bilang nanti saya turun langsung ke lokasi dan kumpul di lokasi jalan alternatif itu, baru kita jelaskan ke masyarakat adat. Tadi saya sudah jelaskan, bahwa memang perhitungan oleh appraisal ini dari Telaga Ria sampai Yabaso itu ada 8 kilometer. Mungkin ini agak sedikit kecil ya. Ini lebih panjang dari Netar ke Telaga Ria, tapi totalnya sekitar itu,” katanya kepada wartawan, usai melakukan pertemuan dengan masyarakat adat Kampung Ifar Besar.

Karena itu, Mathius mengatakan, pihak appraisal hitung lebih dari 1 juta per meter persegi. Dengan demikian, pemerintah daerah tidak sanggup untuk membayar seperti itu.

“Sehingga kami dari pemerintah daerah sudah menyurat ke pak Gubernur untuk bisa membantu, kemudian kami juga sudah menyurat kepada pak Presiden untuk membantu menyelesaikan persoalan ini, kalau pemerintah provinsi tidak bisa membantu dalam waktu secepatnya. Sebenarnya jalur jalan ini dari awal waktu saya survei pertama, untuk membuka jalur ini dekat dengan danau, kemudian masyarakat bisa hidup dari pariwisata,” katanya.

“Kawasan ini tidak boleh di jual, masyarakat bisa memiliki serta kita akan membantu pengurusan sertifikat dan lainnya. Supaya ini benar-benar dikuasai oleh masyarakat adat setempat dan tidak boleh pindah tangan. Karena ini ada di dalam kota, juga tempat ini sangat menarik. Oleh karena itu, sektor pariwisata ini bisa dikembangkan oleh masyarakat dan bisnis-bisnis lain yang biasa disini,” tambah Bupati Jayapura dua periode tersebut.

Ia pun menyampaikan, jalan ini harus di duduki dan di kuasai oleh masyarakat, karena jalan raya bukan masyarakat lokal lagi. “Karena masyarakat kita sudah terpinggirkan begitu, jadi ini sebenarnya untuk hal-hal itu. Ada perkampungan, juga ada masyarakat asli dalam kota. Itukah rencana awal untuk membangun jalan tersebut. Nah, kebetulan dengan adanya PON, ya kita teruskan lagi sampai ke Telaga Ria, sekaligus juga kita bangun dermaga disini untuk mengurai kalau terjadi kemacetan lalu lintas lagi,” paparnya.

Sementara pembukaan dan penutupan PON itu, kata Mathius, akan menjadi jalur transportasi yang kesibukannya sangat tinggi. “Oleh karena itu, kami juga sedang bangun dermaga apung disini untuk mengurai, apalagi dua kapal dari pusat sudah datang, kami juga sudah punya kapal sendiri. Sehingga ada tiga kapal untuk membantu mengurai kalau terjadi penumpukan-penumpukan penumpang di sekitar sini. Kemudian dari Yoka ke Khalkote, juga dari sini ke Khalkote,” katanya.

“Jadi itu semua untuk mengurai kemacetan sambil pariwisata di tengah kota. Saya pikir itu sangat membantu, karena iven ini sangat besar. Hanya memang pemerintah daerah tidak sanggup menyelesaikan ini, karena adanya pandemi Covid-19 yaitu, kita lakukan perubahan-perubahan anggaran dan sebagainya untuk mengatasi itu. Tetapi, yakinlah selama pemerintah belum membayar tanah sepanjang ini masih milik masyarakat adat, asalkan tidak di pindahtangankan kemanapun. Meskipun, jalan ini pemerintah sudah bangun,”

“Jika masyarakat adat tidak mau jual, oke pemerintah bisa hibahkan jalan ini ke masyarakat. Tetapi pemerintah akan menyelesaikan, agar jalan ini untuk kedepannya itu aman untuk kepentingan masyarakat yang ada disini,” tukas Ketua Umum Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura tersebut.

Sementara itu, mewakili masyarakat adat Kampung Ifar Besar, Fis Yoku mengaku menerima hasil keputusan dalam pertemuan tersebut. Karena pihak masyarakat adat tidak bisa memaksa pemerintah.

“Sikap dari warga Kampung Ifar Besar ini, kami tetap melakukan pemalangan. Karena tadi bapa bupati sendiri juga sudah sampaikan, bahwa lokasi jalan ini masih berstatus adat atau tanah masih berstatus adat sebelum dibayar pemerintah. Jadi masalah pemalangan tetap kami lakukan sampai ada jawaban pasti kapan realisasinya, baru itu kita bisa buka palang,” tegas Fis Yoku diakhir wawancaranya. . (EWAKO) **

Previous Post

Kabupaten Jayapura Kembali Terapkan Level 3, Hingga Pukul 21.00 WIT

Next Post

Sukseskan PON XX, Danlanud Silas Papare Audiensi ke Sub PB Klaster Kabupaten Jayapura

Next Post
Sukseskan PON XX, Danlanud Silas Papare Audiensi ke Sub PB Klaster Kabupaten Jayapura

Sukseskan PON XX, Danlanud Silas Papare Audiensi ke Sub PB Klaster Kabupaten Jayapura

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kongres Pemuda Adat Papua Ke-2 Dimundurkan ke Maret 2026

Kongres Pemuda Adat Papua Ke-2 Dimundurkan ke Maret 2026

20 Januari 2026
Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Tutup Festival Media Se-Tanah Papua 2026

Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Tutup Festival Media Se-Tanah Papua 2026

20 Januari 2026
Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago, Okto Pekey : Hak Politik Masyarakat Adat Sering Diabaikan dalam Proses Demokrasi di Papua Tengah

Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago, Okto Pekey : Hak Politik Masyarakat Adat Sering Diabaikan dalam Proses Demokrasi di Papua Tengah

16 Januari 2026
Redaktur Senior Tempo Sunudyantoro Mendorong Jurnalis di Papua untuk Memproduksi Karya Jurnalistik Investigatif

Redaktur Senior Tempo Sunudyantoro Mendorong Jurnalis di Papua untuk Memproduksi Karya Jurnalistik Investigatif

16 Januari 2026

Recent News

Kongres Pemuda Adat Papua Ke-2 Dimundurkan ke Maret 2026

Kongres Pemuda Adat Papua Ke-2 Dimundurkan ke Maret 2026

20 Januari 2026
Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Tutup Festival Media Se-Tanah Papua 2026

Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Tutup Festival Media Se-Tanah Papua 2026

20 Januari 2026
Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago, Okto Pekey : Hak Politik Masyarakat Adat Sering Diabaikan dalam Proses Demokrasi di Papua Tengah

Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago, Okto Pekey : Hak Politik Masyarakat Adat Sering Diabaikan dalam Proses Demokrasi di Papua Tengah

16 Januari 2026
Redaktur Senior Tempo Sunudyantoro Mendorong Jurnalis di Papua untuk Memproduksi Karya Jurnalistik Investigatif

Redaktur Senior Tempo Sunudyantoro Mendorong Jurnalis di Papua untuk Memproduksi Karya Jurnalistik Investigatif

16 Januari 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In