NABIRE-tabloidpapuabaru.com,- Mahasiswa dan pelajar di Nabire memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Festival Media Papua perdana yang digelar Asosiasi Wartawan Papua (AWP) pada 13-15 Januari 2026. Mereka menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi generasi muda, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Tonci Rumayoni, mahasiswa Unit Program Pendidikan (UPP) PGSD FKIP Universitas Cenderawasih Cabang Nabire, menyampaikan bahwa festival ini menjadi wadah edukasi penting tentang hak-hak OAP yang selama ini belum terpenuhi secara maksimal.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami generasi muda, lebih khusus orang Papua,” ujar Tonci saat mengikuti rangkaian acara festival, Kamis (15/1/2026).
Tonci memberikan apresiasi khusus kepada Jhon Gobai, Wakil Ketua IV DPRP Papua Tengah, yang menjadi narasumber dalam workshop bertema “Bagaimana Implementasi Perlindungan Hak OAP Melalui DPRP”.

Menurutnya, materi yang disampaikan Gobai menjadi sangat penting karena realitas di lapangan menunjukkan OAP belum mendapatkan hak sepenuhnya.
“Masih banyak orang Papua yang belum mendapatkan hak sepenuhnya, hanya 70 persen. Untuk itu, kami putra dan putri orang Papua sangat berharap sekali dengan materi ini. Semoga materi ini menjadi pondasi untuk mendapatkan hak-hak kita 100 persen bagi kami orang Papua,” tegasnya.
Tonci juga menegaskan pentingnya peran Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan DPRD dalam mencatat dan memperjuangkan hak-hak OAP, khususnya terkait pembagian PLOSP (Program Legislasi Otonomi Khusus Papua) di Tanah Papua.
“Perlu dicatat hak-hak kita, lebih khususnya bagian PLOSP di Tanah Papua. Itu menjadi dasar utama bagi kita semua,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 1 Nabire juga menyampaikan apresiasi serupa atas undangan AWP kepada pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti festival ini.
Kehadiran generasi muda dalam festival dinilai membuka wawasan tentang dunia jurnalistik sekaligus memberikan pemahaman lebih dalam tentang isu-isu strategis di Tanah Papua, termasuk perlindungan hak OAP.
Tonci Rumayoni berharap Festival Media Papua dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan kualitas yang lebih baik dan lebih meriah di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada AWP yang sudah mengundang kami, pelajar dan mahasiswa, untuk bisa mengembangkan potensi,” pungkasnya.
Festival Media Papua perdana ini dihadiri 149 jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, serta pelajar dan mahasiswa sebagai peserta. Berbagai kegiatan digelar, termasuk workshop, pelatihan jurnalistik investigasi, talk show, pameran foto, dan malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026.(rilis)**






