• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home DAERAH

Legenda Danau Sentani : Ikan Yowoli antara Mitos, Sejarah, Fakta dan  Tradisi

by
3 Oktober 2022
in DAERAH
0
Legenda Danau Sentani : Ikan Yowoli antara Mitos, Sejarah, Fakta dan  Tradisi

Ikan Yowoli

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SENTANI.tabloidpapuabaru.com,-  Legenda Danau Sentani yang hilang atau punah dari Danau dengan luas 104 km² itu, menarik untuk di bahas .

Kampung Yokiwa, salah satu Kampung Adat yang berada di ujung Danau Sentani Timur Kabupaten Jayapura Papua didiami lebih dari 116 Kepala Keluarga (KK) dan 526 Jiwa.

Di kampung ini, ada pahatan patung Ikan Yowi. Ikan Yowi dalam Bahasa Orang Sentani disebut Yowoli. Ikan Yowoli ini merupakan salah satu kekayaan tempo dulu  yang banyak ditemukan di Kampung Yokiwa. Dan kampung ini merupakan salah satu kampung yang menjadi pusat peresebaran Ikan Legenda tersebut.

Barnabas Awoitauw Tokoh masyarakat dan Juga Mantan kepala Kampung Yokiwa menuturkan, Yowi atau Yowoli merupakan ikan Legenda yang merepakan kekayaan masa lalu orang Yokiwa. Saat musim ikan Yowi, pria-pria di Kampung Yokiwa membuat pagar atau perangkap untuk menampung ikan Yowoli/Yowi masuk kemudian dipanen. Hasilnya bisa mencapai ratusan ekor .

“Ikan Yowoli itu, kini menjadi legenda. Untuk itu, kami buat pahatan patung Yowoli atau patung ikan Yowi  sebagai lambang kekayan dulu Yokiwa ini yang kaya akan sumberdaya alam apa lagi ikan Yowi “Kata Barnabas Awoitauw senin, (26/9/2022).

Lanjut Barnabas Awoitauw, setelah kurungan atau perangkap ikan yang dibuat dari kayu tersebut telah terisi penuh oleh Ikan Yowi, maka panen akan dimulai menggunakan tombak ikan atau Khonim dalam bahasa Sentani. 

“Setelah terkumpul banyak, maka hasil ikan Yowi akan dibagi ke seluruh warga di pinggiran Danau Sentani sebagai bentuk rasa syukur kepada pencipta . Dulu tradisi membagi-bagi ikan Yowi itu bertujuan supaya Yowi akan terkumpul banyak lagi “ungkapnya.

Barnabas Awoitauw menambahkan, bahwa ikan Yowi dalam Bahasa Sentani Ayapo “Yowi”, sedangkan bahasa Yokiwa “Yowoli “ dan bahasa Sentani Tengah “Yoki “.

Barnabas Awoitauw  atau biasa dipanggil Nabas itu menyatakan, bahwa banyak pihak berpendapat kalau ikan Yowi sudah hilang dari Danau Sentani. Diduga, ikan ini sudah taka da lagi di Sentani.

Walau begitu, Nabas yakin, jika Ikan Legenda tersebut masih ada dan hidup di dasar Danau Sentani dan akan muncul diwaktu-waktu tertentu.

Ibu Pulanda salah satu perempuan asal Danau Sentani mempertegas bahwa tempat bermukim atau berkumpulnya Ikan legenda tersebut ada dua di Danau sentani , Yakni di Kampung Yokiwa di Kali Itauw Fili atau sekarag di kenal Kali Jaufuri , kemudian satunya lagi di Kampung Dondai.

“Yowi menurut cerita orang tua, Ikan Yowi ini terdapat di Yokiwa dan Dondai, “ kata Ibu Pulanda.

Selain Yowi, beberapa spesias asli Danau Sentani ikut  hilang atau punah, seperti ikan Kahemoli, Himeng, Kahebey, Khandey serta ikan Gergaji dan Ebeuw/ Kura-kura.

Diharapakan pada moment Kongres Masyarakat Adat Nusantara ini, menjadi tolak balik dalam mengakat kembali nilai sejarah Danau Sentani agar dapat dilindungi. (Nesta MC KMAN)

Previous Post

Menelusuri Wilayah Adat di Danau Sentani

Next Post

Injros, Kampung Modern yang Tetap menjunjung Tinggi Adat

Next Post
Injros, Kampung Modern yang Tetap menjunjung Tinggi Adat

Injros, Kampung Modern yang Tetap menjunjung Tinggi Adat

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

30 April 2026
Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

30 April 2026
Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

30 April 2026
Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

29 April 2026

Recent News

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

30 April 2026
Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

30 April 2026
Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

30 April 2026
Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

29 April 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In