• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home DAERAH

Makota Burung Cenderawasih Simbol Keondoafian, Tak Diperbolehkan Memakai Sembarangan

by
2 Oktober 2022
in DAERAH
0
Makota Burung Cenderawasih Simbol Keondoafian, Tak Diperbolehkan Memakai Sembarangan

Orgenes Kawai baju Kameja Kuning

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SENTANI.tabloidpapuabaru.com,-  “Siapa pun dia yang mengenakan Burung Cenderawasih yang menjadi simbol atau makota Kebesaran Ondoafi (raja) dikepalanya, akan dikenakan sangsi adat, dan akan dicabut saat itu juga dari kepalanya.  Jadi, simbol kebesaran itu, tidak diperbolehkan memakai sembarangan,” tegas Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Odofolo Orgenes Kaway saat diwawancarai Tim Media Center KMAN VI di “Kurare Obhe,”  Kampung Bambar Rabu 14/9/2022.

Menurut Kaway, pihaknya akan tegas bahwa makhota Keondoafian tidak bisa dipakai sembarang untuk acara-acara serimonial Oleh siapa pun dia. Makhota Cenderawasih adalah lambang kebesaran Ondoafi yang sangat sakral dan tidak bisa digunakan sembarangan.

Orgenes Kaway menjelaskan, Cenderawasih yang dipakai di kepala seorang Ondoafi bukan sembarangan pakai. Pemakaian mahkota itu melalui proses yang panjang dan melalui tahapan-tahapan.

“Tidak semua Ondoafi yang mengenakannya, hanya Ondoafi-onfoafi tertentu yang bisa dan layak memakainya. Untuk itu, jika ada yang tidak punya hak memakai mahkota kebesaran Ondoafi itu sebagai pelengkap asesoris adat, kami akan cabut saat itu juga dan menjatuhkan sangsi adat langsung kepada pemakainya,” ungkap Odofolo Orgenes Kaway.

Kepada para pengrajin dan semua pihak, Ketua Dewan Adat Suku Sentani ini menghimbau, agar tidak lagi menggunakan simbol Cendrawasih sebagai perhiasan di kepala, dan simbol Gelang Batu yang digantungkan di noken.

Selain Burung Cenderawasih, Ketua DAS Bhuyaka juga menyoroti Noken yang lagi ramai digunakan saat ini. Ada jenis noken yang tidak bisa digunakan sembarang. Simbol-simbol yang dipasang pada noken harus diperhatikan. Ada noken yang digantung dengan manik-manik dan gelang batu, tidak bisa dipakai sembarang oleh sembarang orang.

“Kita bicara tentang kebangkitan adat, maka harus benar-benar merubah semua kebiasaan buruk yang menghancurkan identitas keaslian kita,” tegas Ketua Dewan Adat Suku Sentani.

Dijelaskan juga, simbol-simbol adat ini harus menjadi perhatian kita semua. “Ini jati diri kami dan harga diri kami. Kalau dipakai sembarang saja, sama saja dengan menginjak-injak jati diri dan harga diri kami,” tegas Kaway.

Saat disinggung soal harapan masyarakat adat dalam momen Kongres Masyarakat adat bulan Oktober nanti, Ketua DAS Sentani berharap, momen ini bisa merekomendasikan kepada semua pihak untuk memperhatikan hak-hak komunal orang asli Papua.

KMAN VI Merupakan momen yang tepat untuk membahas, bagaimana cara  mempertahankan nilai-nilai adat  yang telah terkikis secara universal. (Kromsian MC KMAN)

Previous Post

Anggota MRP Toni Wanggai, Melakukan Reses Ke-III Sekaligus  Sosialisasi 12 Keputusan Kultural

Next Post

Bahasa Dondai Bakal Diganti Bahasa Indonesia

Next Post
Bahasa Dondai Bakal Diganti Bahasa Indonesia

Bahasa Dondai Bakal Diganti Bahasa Indonesia

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

30 April 2026
Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

30 April 2026
Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

30 April 2026
Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

29 April 2026

Recent News

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

30 April 2026
Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

30 April 2026
Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

30 April 2026
Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

29 April 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In