• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home DAERAH

Rahasia di Balik Nama Kali Biru di  Berap

by
29 September 2022
in DAERAH
0
Rahasia di Balik Nama Kali Biru di  Berap

Ondoafi Berap Piter Manggo

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA,tabloidpapuabaru.com,-  Ondoafi Berap Piter Manggo Mengungkapkan Sebuah kisah masa lampau  yang terjadi di wilayah adat kampung Berap Distrik Nimbokrang hingga kini masyarakat Kampung Berap masih ada di tempat itu.

Saat memberikan keterangan kepada Tim MC KMAN VI di lokasih  Festival Kuliner ( 26/9/2022 ) bahwa, Masyarakat lokal Kampung Berap terdiri dari 5 Suku, Suku Manggo, Bue , Yosua, Tarko, dan Kase. 

Jumlah Penduduk diperkirakan mencapai 300 jiwa dan pada umumnya bercocok tanam.

Piter Manggo  bercerita, peristiwa masa lampau mengisahkan, bahwa dahulu suku-suku di Nimboran dan Kemtuk berkumpul di satu tempat yang bernama “Remeh.” Kemudian mulai berpencar menduduki wilayah-wilayah dataran di lembah Grime.

Rentetan peristiwa masa lampau terus terjadi di tempat itu, Suku Manggo yang artinya Awan, didatangi oleh Awan putih di tempat perkumpulan itu lalu menyuruhnya keluar dan menempati wilayah (Kwafe/Kali Biru ) yang berbatasan dengan Demta.

Cerita  Kwafe atau istilah wilayah kali biru Berap pada awal mulanya dikenal dengan tempat bermain dan tempat menari burung hitam putih berekor panjang.

Onfoafi Piter Manggo menjelaskan bahwa Istilah Kwafe ini adalah nama burung hitam putih, yang selalu menari riang saat memandang keindahan air kali yang biru serta bunyi derasnya air itu, melihat orang mandi disinipun burung Kwafe gembira dan selalu melompat-lompat dan menari-nari.

Istilah asli Kali Biru sendiri dalam bahasa Nimboran adalah “NGGAM” yang artinya Pemberian Tuhan, Atau Anugerah Tuhan, sehingga sampai dengan sekarang masyarakat Berap menjaga dan melestarikan nya sebagai bentuk tanggung jawab menjaga Pemberian Tuhan kepada mereka.

Kehidupan masyarakat Berap masih terikat erat dengan sistim budaya adat istiadat,  disinggung soal larangan adat dan sangsi,. Ondoafi Berap mengatakan bahwa. Aturan-aturan adat itu tidak tertulis tapi tersirat, ( Ada menyatu dengan Alam semesta ) setiap Generasih lahir dan besar diajarkan soal tata Krama dan budaya, aturan-aturan adat itu melekat dengan sendirinya, suatu keputusan dalam Peradilan adat disini untuk memberikan sangsi sebagai hukuman, itu cukup dengan menyerahkannya kepada matahari, Itu tidak lama orang yang melakukan pelanggaran akan mati, itu yang dikenal dengan sebuah sangsi yang paling berat dan yang paling ditakuti. (Kromsian/MC KMAN)

Previous Post

Ini Ketua Terpilih DPD KNPI Kabupaten Jayapura

Next Post

Anggota MRP Toni Wanggai, Melakukan Reses Ke-III Sekaligus  Sosialisasi 12 Keputusan Kultural

Next Post
Anggota MRP Toni Wanggai, Melakukan Reses Ke-III Sekaligus  Sosialisasi 12 Keputusan Kultural

Anggota MRP Toni Wanggai, Melakukan Reses Ke-III Sekaligus  Sosialisasi 12 Keputusan Kultural

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

30 April 2026
Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

30 April 2026
Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

30 April 2026
Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

29 April 2026

Recent News

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

SMK Negeri Kesehatan Jayapura Buka SPMB 2026 Secara Daring, Tekankan Transparansi dan Akses Luas

30 April 2026
Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

Bupati Supiori : Perayaan HUT Pekabaran Injil di Maudori Ke-118 Bukan Sekedar Seremonial, Tetapi Momentum Mengenang Para Penginjil dan Ungkapan Syukur

30 April 2026
Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wabup Supiori Mengikuti Bimtek dan Silaturahmi Nasional ASWAKADA 2026 di Jakarta

30 April 2026
Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

29 April 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In