JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Baru-baru ini beredar video debat antara para pendamping Dana Desa di Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua, dimana dalam video firal berdurasi 3 detik itu isinya menyebutkan bahwa bupati Yahukimo memotong Dana Desa. Video itu telah beredar luas di masyarakat dan membuat keresahan public khususnya di Kabupaten Yahukimo.
Dengan beredar luasnya video itu, membuat Ketua Partai Golkar Kabupaten Yahukimo, Sebedeus Sobolim angkat bicara. Menurutnya sebagai partai pengusung Bupati Kabupaten Yahukimo saat ini, tentunya merasa perlu untuk melakukan klarifikasi agar masyarakat tidak berpendapat atau berasumsi bahwa video itu benar, padahal bupati tidak punya kepentingan sama sekali terkait isu pemotongan Dana Desa tersebut.
“pada kesempatan ini saya mau sampaikan bahwa bapak bupati tidak punya kepentingan apa-apa terkait pemotongan dana desa yang disebutkan dalam video viral itu, bapak bupati saat ini inginkan bagaimana dana desa itu benar-benar sampai kepada masyarakat di Kampung-kampung, sehingga dapat digunakan untuk membangun kampong, demi peningkatan kesejahteraan” terang Sebedeus.
Dijelaskannya Partainya juga tidak punya kepentingan, tetapi memberi masukan itu penting sehingga tujuan utamanya adalah bagaimana uang itu bisa sampai di masyarakat di Kampung-kampung agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk membangun daerah.
“jangan seperti tahun-tahun sebelumnya uang tidak sampai di kampung, oknum pendamping hilang kemana, kepala kampung tidak pernah di tempat, kemudian oknum kepala kampung kerjaasama dengan pendamping buat laporan viktif, ini semua laporan dari maasyarakat, oleh sebab itu kami berharap Dinas terkait dan pendamping entah bagaimana caranya dana bisa disalurkaan sampai di masyarakat di Kampung-kampung,” bebernya panjang lebar.
Dijelaskan, komitmen Bupati Yahukimo untuk pelayanan kepada masyarakat suda dilakukan dengan baik selama kepemimpinannya, baik pengelolaan sistim administrasinya, pengelolaan keuangan dan pelayanaan public lainnya. Hal itu terbukti Bupati Yahukimo di tahun ini mendapatkan penghargaan dari dari Negara sebagai salah satu Kabupaten yang system pengelolaan Dana Desa Terbaik, kemudian Kabupaten Yahukimo mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ditempat terpisah Anggota DPRD Kabupaten Yahukimo, Fraksi Damai Sejahtera dari Partai Golkar, Atius Inup, S.Sos, dengan tegas membantah adanya informasi pemotongan dana desa yang disinyalir dilakukan oleh bupati Yahukimo itu. Dirinya menyebutkan bahwa, adanya oknum pendamping dana Desa di Kabupaten Yahukimo yang menyebutkan bahwa bupati Yahukimo potong dana Desa sebesar Rp. 8 juta/kampung itu tidak benar. Sehingga masyarakat atau public tidak mudah mempercayai sesuatu yang belum tentu benar.
“ itu hanya pendapat dia atau pendapat mereka saja, tetapi tidak seperti itu, saya sebagai anggota DPRD dari partai Golkar pendukung bapak bupati dan sebagai DPR mempunyai tugas dan fungsi pengawasan soal anggaran tetapi bapak bupati mau supaya Dana Desa itu terserap sampai di Distrik dan tidak bagi di jalan-jalan, tetapi harus turun sampai di Distrik supaya masyarakat rasakan, karena selama ini dana desa banyak dibagi di jalan-jalan ,” terang Atius. Diketahui bahwa sampai berita ini diturunkan media online ini berusaha mengkonfirmasi kepada pimpinan daerah Bupati Yahukimo dan Dinas terkait namun belum bisa terhubung.(napi)**






