*Abdul Hadi Harap Dipanggil untuk Ikuti Program Seleksi Pelatnas
SENTANI,PapuaBaru.Com,- Lifter Kalimantan Barat (Kalbar), Abdul Hadi sukses menjadi yang terbaik di Kategori Men up to 49 kilogram (Kg) pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021. Tak hanya itu, dirinya juga memastikan memecahkan rekor Peparnas XV Jawa Barat 2016.
Abdul Hadi yang berhasil memecahkan rekor Peparnas, sehingga meraih medali emas setelah mampu mencatatkan total angkatan 150 Kg. Abdul Hadi menjadi yang terbaik dengan total angkatan seberat 150 Kg di Lobby Suni Garden Lake Hotel and Resort Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (8/11/2021).
Dia juga berhasil mengalahkan rekor lama di Peparnas XV Jabar 2016 yang sebelumnya dipegang Tamim Prasetyo asal Jabar.
Sementara D. I. Yogyakarta, Niman berhasil di posisi kedua dan berhak memperoleh medali perak. Serta, untuk medali perunggu diraih Nur Irmansyah asal Jawa Barat.
Menurut Abdul Hadi, pencapaiannya itu memang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari sebelum datang ke Papua.
“Saya sudah berlatih serius selama pemusatan latihan di Sultan Syarif Abdulrahman, Kalimantan Barat, dari Januari sampai menjelang berangkat (ke Papua),” ujar Hadi yang tak bisa menyembunyikan sukacitanya usai upacara penghormatan pemenang peraih medali.
“Saya memang sudah bertekad datang ke Papua untuk memecahkan rekor ini,” ucap Hadi menambahkan dengan penuh haru.
Abdul Hadi mengatakan, medali tersebut dipersembahkan buat pelatih yang sedang sakit dan tak bisa menyaksikannya berlaga di Peparnas XVI Papua 2021.
Menurut Abdul Hadi, pelatihnya yang melatih dirinya dari nol hingga bisa memperoleh medali emas dan memecahkan rekor lama di Peparnas XV Jabar 2016.
“Saya persembahkan medali (emas) ini untuk pelatih saya yang sedang sakit, ini untuk dia saya persembahkan. Karena dia lah, dari nol yang melatih saya sampai saya menjadi seperti ini berkat dia, namanya Suhardi,” tutur Abdul setengah berkaca- kaca.
Sayangnya keberhasilan Hadi meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Peparnas di Papua tidak bisa disaksikan langsung sang pelatih, yang sedang terbaring sakit. “Hanya doa tulus yang dapat saya panjatkan kepada pelatih saya, agar pelatih saya bisa segera sembuh dari penyakitnya,” cetus Hadi.
Dengan torehan fantastis ini, Abdul Hadi berharap bisa diberi kesempatan untuk dipanggil oleh PB NPC Pusat guna masuk (mengikuti) program seleksi pelatnas di Asean Paragames di Vietnam, sehingga bisa berprestasi lebih tinggi lagi. “Semoga bisa ke pelatnas, untuk persiapan Asean Paragames di Vietnam,” harapnya. (ewako)**






