• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home DAERAH

Tokoh Adat Papua Ramses Waly : Film Dokumenter “Pesta Babi”  Simbol Penghancuran Jati Diri Orang Papua

by admin papua baru
21 Mei 2026
in DAERAH
0
Tokoh Adat Papua Ramses Waly : Film Dokumenter “Pesta Babi”  Simbol Penghancuran Jati Diri Orang Papua

Tokoh Masyarakat Papua Ramses Waly,

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Tokoh Masyarakat Papua Ramses Waly, menanggapi serius Film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” yang saat ini lagi viral dan menjadi perhatian semua kalangan.

Ramses Wally Yo Ondofolo Kampung Babrongko itu tegas menyebutkan bahwa itu realitas pahit yang menggambarkan hilangnya ruang hidup masyarakat adat akibat mega-proyek di Papua Selatan.

Ia memandang ritual sakral yang dilakukan masyarakat adat di Merauke ini bukan tradisi, melainkan metafora perlawanan serta simbol harga diri, kedaulatan dan kelangsungan hidup orang Papua.” Ungkapnya saat wartawan media online ini mewawancarai di laman kantor gubernur Provinsi Papua, Kamis (21/5/2026).

Pandangan tegasnya terkait makna babi dalam kehidupan adat serta hak kepemilikan tanah di tanah Papua. Ramses mengungkapkan filosofi adat yang menjadi pegangan masyarakat setempat:

“Sebelum kamu ada, kami ada. Kamu ada karena kami.” Prinsip ini, kata dia, menjadi bukti bahwa masyarakat adat sudah mendiami tanah Papua jauh sebelum negara atau kekuasaan lain hadir. Wilayah ini, mulai dari Sorong hingga Merauke, telah dikelola dan dihuni secara turun-temurun dalam tatanan adat yang mapan.

“Papua bukan tanah kosong, bukan pula tanah hasil perebutan perang. Ini adalah tanah hak ulayat yang diwariskan dari leluhur ke generasi penerus. Siapa pun yang datang ke Papua, dari bangsa maupun suku mana pun, wajib menghargai kami sebagai pemilik sah tanah ini,” tegas Ramses.

Ia juga menjelaskan bahwa wilayah Papua telah terbagi jelas ke dalam tujuh wilayah suku utama, yang di dalamnya terdapat sekitar 250 kelompok suku bangsa dengan batas wilayah masing-masing yang sudah ditetapkan sejak zaman nenek moyang. Tidak ada satu jengkal pun tanah di Papua yang tidak memiliki pemilik adat. Oleh karena itu, baik pemerintah, investor, maupun pihak asing yang beraktivitas di Papua harus mengakui keberadaan dan hak masyarakat adat setempat.

Secara khusus, Ramses menyoroti makna mendalam babi dalam budaya orang Papua, yang juga tercermin dalam kegiatan budaya yang baru saja berlangsung di Merauke. Menurutnya, babi bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol harga diri yang diakui oleh seluruh elemen masyarakat, baik di daerah maupun tingkat nasional hingga internasional.

“Babi, baik yang dipelihara maupun yang hidup di alam liar, memiliki kedudukan sangat tinggi. Bagi kami masyarakat Sentani, babi adalah cerminan harga diri. Dalam tradisi perkawinan, misalnya, pihak keluarga perempuan akan menyerahkan babi bersama sagu dan pisang sebagai bagian dari penyampaian kehormatan kepada pihak laki-laki. Nilai yang dibawa setara dengan penghargaan tinggi antar keluarga,” urainya.

Nilai budaya serupa juga berlaku di wilayah adat lain seperti Mepago dan Lapago. Babi berfungsi sebagai alat pembayaran adat dalam berbagai peristiwa penting, mulai dari penyelesaian sengketa hingga pembayaran ganti rugi atau mas kawin. Bahkan dalam pesta adat, pembagian bagian daging babi sudah diatur secara ketat sesuai hierarki adat, di mana bagian tertentu disediakan khusus bagi kepala suku atau tetua adat.

“Jika kami mengadakan pesta atau jamuan makan tanpa menyajikan babi, maka harga diri kami dianggap jatuh. Oleh sebab itu, kegiatan budaya babi yang digelar di Merauke harus dilihat dari kacamata budaya, bukan dipahami sebagai kegiatan yang bermuatan politik sempit. Itu adalah wujud pelestarian jati diri dan identitas asli orang Papua,” pungkas Ramses.***

Previous Post

Semangat Hari Kebangkitan Nasional, Bank Mandiri Salurkan 2.800 Paket Sembako di Jayapura Papua

Next Post

Gubernur Papua MDF Melakukan Panen Padi Perdana di Kepulauan Yapen

admin papua baru

Next Post
Gubernur Papua MDF Melakukan Panen Padi Perdana di Kepulauan Yapen

Gubernur Papua MDF Melakukan Panen Padi Perdana di Kepulauan Yapen

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kunker Gubernur Papua di Supiori : Tinjau Pembangunan SPPG, Dorong Masyarakat Lokal Dilibatkan Memanfaatan Hasil Kebun dan Tangkapan Ikan

Kunker Gubernur Papua di Supiori : Tinjau Pembangunan SPPG, Dorong Masyarakat Lokal Dilibatkan Memanfaatan Hasil Kebun dan Tangkapan Ikan

23 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua di Supiori : Sumbang Hewan Kurban di Masjid An-Nur Supiori, Berpesan Jaga Toleransi

Kunker Gubernur Papua di Supiori : Sumbang Hewan Kurban di Masjid An-Nur Supiori, Berpesan Jaga Toleransi

23 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua Matius Fakhiri di Supiori : Tegaskan Kampung Nelayan Solusi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Kunker Gubernur Papua Matius Fakhiri di Supiori : Tegaskan Kampung Nelayan Solusi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

23 Mei 2026
Kunker Gubernur Fakhiri di Supiori : Ambil Langkah Cepat Tangani Longsor dan Abrasi di Supiori

Kunker Gubernur Fakhiri di Supiori : Ambil Langkah Cepat Tangani Longsor dan Abrasi di Supiori

23 Mei 2026

Recent News

Kunker Gubernur Papua di Supiori : Tinjau Pembangunan SPPG, Dorong Masyarakat Lokal Dilibatkan Memanfaatan Hasil Kebun dan Tangkapan Ikan

Kunker Gubernur Papua di Supiori : Tinjau Pembangunan SPPG, Dorong Masyarakat Lokal Dilibatkan Memanfaatan Hasil Kebun dan Tangkapan Ikan

23 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua di Supiori : Sumbang Hewan Kurban di Masjid An-Nur Supiori, Berpesan Jaga Toleransi

Kunker Gubernur Papua di Supiori : Sumbang Hewan Kurban di Masjid An-Nur Supiori, Berpesan Jaga Toleransi

23 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua Matius Fakhiri di Supiori : Tegaskan Kampung Nelayan Solusi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Kunker Gubernur Papua Matius Fakhiri di Supiori : Tegaskan Kampung Nelayan Solusi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

23 Mei 2026
Kunker Gubernur Fakhiri di Supiori : Ambil Langkah Cepat Tangani Longsor dan Abrasi di Supiori

Kunker Gubernur Fakhiri di Supiori : Ambil Langkah Cepat Tangani Longsor dan Abrasi di Supiori

23 Mei 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In