JAKARTA-tabloidpapubarum.com,- Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E. mendorong percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas di Provinsi Papua Barat Daya melalui rencana pengembangan dermaga strategis di Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan distribusi logistik di wilayah pesisir yang selama ini terkendala akses darat.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya saat ini tengah melakukan studi kelayakan dan survei lokasi pembangunan dermaga baru di Kampung Wardik, Distrik Wayer. Dermaga tersebut dirancang sebagai pintu gerbang konektivitas laut yang akan menghubungkan wilayah Sorong Selatan dengan pusat distribusi barang di Kota Sorong.

Selain lokasi di Wayer, pemerintah juga mengkaji alternatif lain di kawasan bekas perusahaan kayu Lokbom, Distrik Moswaren. Lokasi ini diusulkan untuk masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) Kementerian Perhubungan, sehingga memiliki landasan perencanaan jangka panjang yang terintegrasi dengan sistem logistik nasional.
Dirjen Otonomi Daerah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada sektor laut, tetapi juga harus ditopang konektivitas darat yang memadai. Dalam kerangka pembangunan 2025–2029, peningkatan jalan penghubung seperti jalur Werisar–Wesimar menjadi prioritas untuk memperlancar arus barang menuju pelabuhan perikanan dan pusat logistik.
“Integrasi darat dan laut menjadi kunci. Tanpa akses jalan yang memadai, pelabuhan tidak akan berfungsi optimal sebagai simpul distribusi,” ujarnya.
Dukungan lintas kementerian juga menguatkan rencana tersebut. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program ekonomi biru mendorong penataan ruang laut sekaligus peningkatan produktivitas nelayan di Sorong Selatan. Upaya ini diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti tambatan perahu, pabrik es, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem perikanan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing produk hasil laut dari Papua Barat Daya ke pasar regional maupun nasional.
Secara strategis, pembangunan dermaga dan infrastruktur pendukung tersebut menjadi solusi atas keterbatasan akses darat di wilayah Sorong Selatan. Kondisi geografis yang menantang membuat truk kontainer besar sulit menjangkau sejumlah distrik, sehingga jalur laut menjadi tulang punggung utama distribusi logistik.
Dengan terbangunnya konektivitas laut yang andal, pemerintah optimistis biaya logistik dapat ditekan, distribusi barang menjadi lebih efisien, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir secara inklusif.**





