JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,Pemerintah Provinsi Papua mulai mengubah wajah apel Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dari kegiatan seremonial menjadi program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Transmigrasi Papua menegaskan apel K3 tahun 2026 diarahkan sebagai momentum pembukaan lapangan kerja, penguatan UKM Orang Asli Papua (OAP), serta edukasi standar usaha nasional.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Transmigrasi Papua, Jimmy A.Y. Thesia, S.Sos., M.Si., mengatakan apel K3 yang digelar di lingkungan Kantor Gubernur Papua, Rabu (11/2/2026), menjadi titik balik perubahan pendekatan pemerintah. Selain apel, kegiatan dikemas dengan job fair, promosi produk UMKM, serta sosialisasi hak kekayaan intelektual, sertifikasi halal, dan standar SNI.
Menurutnya, langkah ini penting karena tingkat pengangguran di Papua masih tinggi dan pelaku UMKM, khususnya OAP, membutuhkan pendampingan serius agar produk lokal mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
“Kita tidak mau lagi apel hanya selesai di seremoni. Harus ada manfaat langsung bagi masyarakat, baik peluang kerja maupun penguatan usaha,” tegasnya.
Pemprov Papua juga menyiapkan agenda lanjutan berupa job fair pada Juni dan Oktober 2026 untuk memperluas akses kerja. Pemerintah menilai UKM memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja lokal dan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
“Papua punya banyak produk unggulan. Tinggal didampingi, diperkuat standar dan pemasarannya. Jika UKM naik kelas, penyerapan tenaga kerja meningkat dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Jimmy. (jk)






