BIAK.tabloidpapuabaru.com,- Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua, bersama Unicef dan rombongan akan melakukan ferivikasi data stop BABS.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud Duwiri mengatakan dari 275 kampung, di 2 Distrik yaitu Biak Utara dan Biak Barat. sebagai sampel sebanyak 8 kampung akan dilakukan ferivikasi data Biak 100% bebas dari stop buang air besar sembarang ( BABS ) oleh Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Unicef dan Yayasan Gapai Harapan Papua. senin, (12/06/2023).

Kepala kantor Unicef Provinsi Papua, Aminudin Muhammad Ramlan
Daud Duwiri mengatakan Program stop buang air besar sembarang (BABS) merupakan standar pelayanan iman, sehingga setiap daerah harus terpenuhi dan ini sangat penting, karena dampaknya sangat luas sekali.
Daud juga mengatakan untuk Kabupaten Biak Numfor ditahun 2023 telah mencapai 100% dan hari ini pun akan di deklarasikan di setiap kampung dari 257 kampung.
” Pertama-tama saya ucapkan selamat datang, dan yang hari ini Tim dari Dinkes provinsi Papua, bersama Unicef akan lakukan adalah ferivikasi data Stop BABS. apa benar data-data yang sudah diserahkan dari kabupaten Biak Numfor, dalam hal ini dari kampung-kampung. Apakah benar masyarakat sudah melakukan buang air besar pada tempat nya atau jamban. Walaupun secara umum kita belum punya jamban. Ferivikasi data bisa dilakukan dengan melihat langsung perubahan perilaku. Ini yg nanti akan di tim provinsi Papua lakukan”. Ucapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aaron Rumainum mengatakan, secara teknis Dinas Kesehatan provinsi Papua mendampingi melalui bidang instansi terkait. Bekerjasama dan di fasilitasi oleh Unicef.
Di akuinya Kabupaten Biak Numfor telah mencapai program stop BABS lebih cepat dari target yang ditentukan. Sebelumnya ditargetkan kabupaten Biak Numfor Stop BABS pada tahun 2025 akan tercapai. Tidak hanya itu, disampaikan bahwa
dengan pencapaian ini, jika Kabupaten Biak Numfor lolos ferivikasinya, maka kabupaten Biak Numfor merupakan kabupaten pertama di Papua yang kampungnya bebas dari buang air besar sembarang (BABS).
“kabupaten biak ini pencapaian nya hampir 500 Kabupaten/kota di Indonesia. Kabupaten biak Numfor juga menuju 1 diantara 200 lebih yang mana kabupaten yang telah 100% kampungnya tidak buang air besar sembarangan (BABS) dan di tanah Papua, 6 provinsi ini. 2 Provinsi Papua induk dan 4 provinsi DOB baru biak satu-satunya. Kalau lolos ferivikasi, maka biak yang pertama.
Lanjutnya kedepan jika tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak buang air di sembarang tempat dan setiap kampung terferivikasi dengan baik maka biak bisa menuju pada Eliminasi malaria atau eliminasi pylariasi dan terakhit akan menuju suksesnya program stunting. Seperti cita-cita Dinkes provinsi Papua dan tim bahwa menuju 2024 stunting adalah 8% dibawah target nasional yang adalah 14%.
Sementara itu, Aminudin Muhammad Ramlan Kepala kantor Unicef untuk Papua, Papua Barat mengatakan Unicef berperan dalam mendukung program pemerintah provinsi Papua dalam hal ini pemerintah kabupaten Biak Numfor.
“kami sangat beri apresiasi sekali terutama kepada kepemimpinan Bupati Biak Numfor, Bpk Herry Aryo Naap akan Komitmen Pemkab Biak Numfor sangat luar biasa. Karena ketika kami buka data, setelah penandatanganan komitmen ketika dilakukan kegiatan advokasi horizontal warning dimana ada sekitar 6 kepala daerah yang hadir, pak Bupati Biak Numfor berkomitmen untuk segera mengakselerasi kabupaten Biak Numfor sebagai kabupaten yang bebas buang air besar sembarangan (BABS)”.
Hal ini terbukti dalam tempo waktu yang kurang dari 1 tahun, sekarang kabupaten biak Numfor sudah deklarasi. Sehingga Hari ini kami (Unicef) pun hadir bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk melakukan ferivikasi.
Unicef berharap dan juga mendorong agar komitmen seperti ini juga dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain seperti kabupaten Biak Numfor yang bebas BABS. Tidak hanya itu, Unicef berharap dengan dibantunya Pemda untuk mendorong perilaku hidup yang baik yang tidak buang air besar sembarang, sehingga dapat mendorong angka kesehatan masyarakat menjadi lebih baik.
Dikatakan bahwa buang air besar sembarang indikasinya sangat banyak, yaitu bisa menyebabkan diare, yang akan mempengaruhi stunting. Selain itu juga bisa di gigit nyamuk yang bisa menyebabkan sakit malaria. Dan masih banyak dampak lainnya. Apalagi untuk kelompok anak dan ibu sangat rentang sekali.

Samuel Rumaikew Ass 1 kabupaten Biak Numfor bersama kepala Daud Duwiri dinas kesehatan kabupaten Biak Numfor
Mewakili Bupati Biak Numfor, Samuel Rumaikew mengatakan pertama-tama dirinya mengucapkan selamat datang kepada Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua juga Unicef. Melalui program ini dirinya berharap masyarakat kabupaten Biak Numfor dapat mendukung program pemerintah dan berperilaku sehat dengan memanfaatkan fasilitas pendukung seperti MCK yang telah di bangun oleh Dinas kesehatan, dana desa, Dinas PU. Dengan begitu diharapkan masyarakat dapat hidup sehat dan baik.
(Jimmy)**






